Jawa Pos Radar Lawu - Ozzy Osbourne bukan cuma legenda musik, tapi juga ikon budaya yang kisah hidupnya penuh warna, dari masa muda yang kelam hingga jadi bintang global.
Sosok “Prince of Darkness” ini telah menginspirasi dunia lewat musik kerasnya, kisah hidupnya yang penuh kontroversi, dan kepribadiannya yang tak terlupakan.
Masa Muda yang Gak Biasa
John Michael Osbourne lahir di Aston, Birmingham, Inggris, pada 3 Desember 1948. Lahir dari keluarga kelas pekerja dan jadi anak keempat dari enam bersaudara, hidupnya penuh tantangan. Ia putus sekolah di usia 16 tahun dan sempat kerja serabutan, bahkan pernah masuk penjara karena kasus pencurian. Siapa sangka, dari latar seperti itu lahirlah legenda dunia!
Black Sabbath: Awal Revolusi Musik Metal
Karier musik Ozzy dimulai bareng band Earth, yang kemudian ganti nama jadi Black Sabbath pada 1968. Bersama Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward, mereka merilis album ikonik seperti Black Sabbath dan Paranoid yang dianggap sebagai fondasi musik heavy metal dunia. Suara khas Ozzy yang seram tapi nendang jadi ciri khas genre ini.
Solo Karier: Dari Terpuruk ke Puncak
Setelah dikeluarkan dari Black Sabbath pada 1979 karena masalah kecanduan, Ozzy bangkit lewat karier solonya. Album debutnya, Blizzard of Ozz (1980), sukses besar. Lagu seperti Crazy Train dan Mr. Crowley langsung jadi anthem metal sejati. Selama karier solonya, Ozzy merilis 13 album, tujuh di antaranya multi-platinum. Bahkan, album terakhirnya Patient Number 9 (2022) sukses menyabet Grammy dan pujian kritikus.
Kehidupan Pribadi & Realitas TV
Ozzy menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Thelma Riley (1971–1982), dan yang paling dikenal adalah dengan Sharon Osbourne (1982–2025). Mereka dikaruniai tiga anak: Aimee, Kelly, dan Jack. Lewat reality show The Osbournes (2001–2005), Ozzy menunjukkan sisi lain dirinya yang lucu, hangat, dan kadang absurd—jauh dari imej seram di atas panggung.
Sakit & Panggung Terakhir
Sejak 2019, Ozzy berjuang melawan penyakit Parkinson dan cedera tulang belakang yang parah. Ia resmi pensiun dari tur pada 2023. Namun, momen epik terjadi saat konser terakhir Black Sabbath di kampung halamannya Birmingham, 5 Juli 2025. Di atas “tahta kelelawar” simboliknya, Ozzy tampil duduk untuk terakhir kalinya, penuh haru dan nostalgia.
Baca Juga: Dulu Anarki, Kini Mengaji: Kisah Perjalanan Spiritual Anak Punk Menjadi Penerang Cahaya Jalanan
Wafatnya Sang Legenda
Ozzy Osbourne menghembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025 di Birmingham, dikelilingi keluarganya. Dunia langsung geger. Selebriti dunia dari Elton John, Metallica, Jason Momoa, hingga Adam Sandler menyampaikan duka mendalam. Klub olahraga seperti Aston Villa dan New England Patriots pun mengenang lagu Crazy Train yang sempat jadi anthem stadion mereka.
Warisan Abadi Seorang Dewa Rock
Ozzy telah menjual lebih dari 100 juta album—baik sebagai solois maupun bersama Black Sabbath. Ia masuk Rock and Roll Hall of Fame dua kali, masing-masing sebagai personel band dan artis solo. Penghargaan lain? Jangan tanya! MTV Global Icon Award, Ivor Novello Award, UK Music Hall of Fame, dan Hollywood Walk of Fame jadi bukti pengaruh gila Ozzy di dunia hiburan.
Ozzy Osbourne bukan hanya musisi, tapi simbol revolusi, perjuangan, dan transformasi dalam dunia hiburan. Sosok yang dulu sempat dipandang “nakal” itu menjelma jadi inspirasi global. Kini dia memang telah pergi, tapi musiknya akan terus menggema. Terima kasih, Ozzy. Dunia gak akan pernah punya yang seperti kamu lagi. (fin)
Editor : AA Arsyadani