Jawa Pos Radar Lawu - Pernah nggak sih kamu merasa semua orang atau keadaan seolah-olah salah saat kamu gagal?
Tapi begitu berhasil, kamu langsung berpikir, “Itu semua karena usahaku.” Nah, hati-hati, itu bisa jadi tanda kamu sedang terjebak dalam self-serving bias pola pikir di mana kita cenderung menghubungkan keberhasilan dengan kemampuan pribadi, dan menyalahkan hal eksternal saat mengalami kegagalan.
Kalau dibiarkan, bias ini bisa bikin kita susah berkembang dan enggan introspeksi.
Untuk itu, yuk kenali tiga langkah yang bisa membantumu keluar dari jebakan ini.
1. Belajar refleksi secara jujur, bukan pembelaan.
Saat sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, cobalah tarik napas dalam dan tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang bisa aku lakukan lebih baik?”
Jangan buru-buru mencari kambing hitam. Latihan refleksi akan membantu kamu melihat peranmu sendiri dalam kegagalan, dan dari sanalah proses belajar dimulai.
Kadang, kita memang hanya butuh keberanian untuk mengakui bahwa belum maksimal—dan itu tidak apa-apa.
2. Terbuka menerima masukan dari orang lain.
Perspektif dari luar sering kali lebih jernih daripada penilaian kita sendiri. Teman, guru, atau bahkan atasan bisa melihat hal-hal yang mungkin kita lewatkan.
Dengan bertanya secara terbuka, misalnya, “Menurutmu apa yang bisa aku perbaiki?”, kamu menunjukkan sikap dewasa dan keinginan untuk berkembang. Kuncinya, jangan defensif duluan.
Kritik yang membangun itu ibarat cermin: kadang menyakitkan, tapi sangat berguna.
3. Hindari kesimpulan cepat yang menghibur ego.
Saat berhasil, jangan langsung merasa itu murni karena kerja keras sendiri; dan saat gagal, jangan langsung menyalahkan keadaan.
Coba lihat lebih dalam apakah kesuksesanmu terbantu oleh tim, atau apakah kegagalanmu akibat kurang persiapan?
Sikap ini akan membantumu lebih objektif dan stabil dalam menilai situasi, serta membentuk mental tangguh dalam jangka panjang.
Self-serving bias itu manusiawi, tapi bukan berarti harus dibiasakan. Kita bisa memilih untuk lebih jujur, terbuka, dan reflektif.
Karena sejatinya, orang yang mau belajar dari kesalahan adalah mereka yang paling siap untuk tumbuh dan jadi versi terbaik dari dirinya sendiri. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid