MINAHASA UTARA, Jawa Pos Radar Lawu – Proses evakuasi korban insiden KM Barcelona terbakar terus berlangsung dramatis di perairan Selat Sulawesi Utara.
Tepatnya sekitar Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (20/7/2025).
Kapal Motor Barcelona yang tengah berlayar dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud menuju Manado itu dilaporkan terbakar antara pukul 12.00 hingga 13.00 WITA.
Humas Kantor SAR Manado, Nuriadin Gumeleng, menyebut upaya penyelamatan langsung dilakukan sesaat setelah laporan diterima.
“Kami sementara menuju ke lokasi kebakaran kapal tersebut. Terinformasi kapal terbakar sekitar pukul 12.00 Wita hingga 13.00 Wita,” ujar Nuriadin melalui sambungan dari atas kapal KN Bima Sena, dilansir Radar Lawu dari Antara.
Pulau Gangga II Jadi Pos Evakuasi Darurat
Sebagian besar penumpang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Pulau Gangga II, pulau berpenghuni yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran.
Pulau ini menjadi titik aman evakuasi darurat sekaligus pos identifikasi penumpang selamat. Namun, dalam proses penyelamatan, seorang ibu hamil dilaporkan meninggal dunia.
Korban langsung dievakuasi ke darat oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, aparat TNI, dan relawan lokal.
TNI AL Kerahkan Dua Kapal Perang
Panglima Komando Armada RI (Koarmada RI), Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, membenarkan bahwa TNI Angkatan Laut juga ikut turun tangan.
Baca Juga: Kemendikdasmen Pastikan Tak Ada Kurikulum Baru, Sekolah Masih Gunakan Kurikulum Merdeka dan 2013
Dua kapal, yakni KRI Pari dan KAL Tedung Selar, dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.
“TNI AL melalui Lantamal VIII/Manado juga mengajak nelayan di sekitar lokasi untuk membantu mengevakuasi para korban,” terang Denih.
Sementara itu, SAR Manado mengerahkan KN Bima Sena yang membawa 15 personel penyelamat serta enam personel tambahan dari Pos SAR Likupang.
Evakuasi Masih Terus Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.
Komunikasi dengan tim penyelamat juga masih terkendala karena lokasi kapal cukup jauh dari titik sinyal yang stabil.
“Orientasi operasi saat ini adalah mencari tahu apakah masih ada korban yang tertinggal di kapal dan memastikan semua penumpang selamat,” ujar Nuriadin.
Kejadian ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut keselamatan ratusan warga dari wilayah kepulauan yang sangat mengandalkan moda transportasi laut.
Pihak otoritas pelayaran masih melakukan pendataan jumlah penumpang serta evaluasi penyebab insiden. (kid)
Editor : Nur Wachid