Jawa Pos Radar Lawu - Dunia maya geger setelah polisi di Nanjing, China, membongkar kedok sosok viral "Sister Hong" alias "Uncle Red" yang selama ini dikenal sebagai wanita anggun di media sosial. Fakta mengejutkan: Sister Hong ternyata adalah seorang pria bernama Jiao yang menjalani hidup sebagai cross-dresser dan telah memanfaatkan penampilannya untuk menipu dan merekam diam-diam ribuan pria.
Modus Berkedok Wanita Cantik Penuh Pesona
Selama bertahun-tahun, Jiao tampil meyakinkan sebagai perempuan lewat riasan sempurna, pakaian feminin, serta konten video bertema rumah tangga dan gaya hidup yang membangun citra “wanita idaman”. Dengan pendekatan halus dan ramah, ia berhasil mengundang ratusan pria ke apartemennya tanpa pungutan biaya, hanya dengan imbalan hadiah ringan seperti buah, makanan, atau perlengkapan dapur.
Aksi Terselubung: Kamera di Segala Sudut
Tanpa disadari para tamu pria, Jiao telah menyulap apartemennya menjadi tempat penuh kamera tersembunyi. Setiap aktivitas seksual yang berlangsung terekam secara diam-diam, lalu diedarkan di forum tertutup berbayar. Para pengguna yang tergabung harus membayar sekitar 150 yuan (Rp330 ribuan) untuk bisa mengakses kontennya.
Polisi mendapati bahwa rekaman telah mencapai lebih dari 1.600 korban pria dalam kurun waktu tiga tahun. Bahkan sebagian korban adalah warga negara asing. Meskipun ada yang menyadari bahwa Sister Hong adalah pria, mereka tidak tahu bahwa aktivitas mereka sedang direkam.
Kekhawatiran Penyakit Menular dan Imbauan Pemerintah
Tak hanya meresahkan karena pelanggaran privasi, aktivitas seksual tanpa pengaman yang terekam juga menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular seksual (PMS). Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Nanjing pun mengimbau para korban untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan.
Reaksi Netizen dan Imbauan Keamanan Digital
Kasus ini menyita perhatian besar masyarakat Tiongkok dan menjadi pelajaran penting tentang identitas palsu di internet. Warganet diminta lebih berhati-hati dalam berinteraksi secara online, apalagi jika ada ajakan bertemu di tempat tertutup. (fin)
Editor : AA Arsyadani