Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menarik! MPLS di SMPN 1 Sidoharjo Hadirkan Ahli Gizi Internasional, Ini Tujuannya

Mizan Ahsani • Rabu, 16 Juli 2025 | 20:35 WIB

Ilustrasi Sambutan MPLS SMPN 1 Sidoharjo
Ilustrasi Sambutan MPLS SMPN 1 Sidoharjo

Jawa Pos Radar Lawu - SMP Negeri 1 Sidoharjo, Kabupaten Sragen, kembali menunjukkan komitmennya.

Dalam membentuk generasi sehat dan berdaya saing melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.

Kegiatan ini digelar selama lima hari, mulai Senin (14/7) hingga Jumat (18/7), dan diikuti dengan antusias oleh 286 siswa baru kelas VII.

Tak sekadar pengenalan lingkungan sekolah, MPLS di SMPN 1 Sidoharjo tahun ini menjadi panggung inspiratif berkat hadirnya sejumlah pembicara dari berbagai bidang.

Selain kepala sekolah dan guru, sekolah juga menggandeng tokoh dari luar, seperti Ketua Komite Sekolah, penyuluh dari PLKB.

Serta yang paling mencuri perhatian: perwakilan dari lembaga internasional Seameo Recfon lembaga regional Asia Tenggara yang fokus pada pemenuhan gizi remaja.

SMPN 1 Sidoharjo bukan sekolah sembarangan. Sekolah ini telah dipercaya sebagai salah satu wakil Indonesia dari 11 negara ASEAN untuk program sekolah mandiri gizi.

Di Jawa Tengah, prestasi serupa hanya diraih oleh dua sekolah lain: SMK Tunas Harapan Pati dan SMKN Slawi.

Tak heran jika sekolah ini mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 tingkat ASEAN dalam kategori pemenuhan gizi.

Ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap asupan makanan sehat bukan sekadar slogan, tapi sudah menjadi budaya sekolah.

Kepala SMPN 1 Sidoharjo, Budi Sriyono, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini juga menjadi momen untuk memperkenalkan program unggulan sekolah.

Salah satunya adalah "Sabar Denisa" atau Sarapan Bersama dengan Sayur dan Ikan. Program ini telah dijalankan sejak 2019 sebagai upaya konkret meningkatkan gizi siswa sejak dini.

“Rabu (16/7) nanti, akan hadir profesor dari lembaga internasional yang membahas implementasi gizi dalam kehidupan sehari-hari. Ini mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan,” ujar Budi.

Selain mendengarkan materi, siswa juga diajak membawa bekal sehat dari rumah selama MPLS berlangsung.

“Selama MPLS anak-anak membawa bekal makanan dari rumah. Guru juga membantu edukasi ke orang tua, terkait makanan bergizi tanpa pengawet,” sambung Ketua Komite SMPN 1 Sidoharjo Effendi Darmono

Baca Juga: Publik Singgung Menu Susu dalam Program Makan Bergizi Gratis? Pakar Gizi Jelaskan Manfaatnya

Komite Sekolah Dukung Edukasi Sehat

Effendi Darmono, Ketua Komite SMPN 1 Sidoharjo, menyebut bahwa pihaknya sangat mendukung pendekatan pendidikan berbasis gizi ini.

Menurutnya, keterlibatan orang tua dan edukasi gizi sejak dini akan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat secara fisik dan mental.

Dengan pengenalan ini, SMPN 1 Sidoharjo berhasil menjadikan MPLS bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi masa depan bagi anak bangsa.

(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#edukasi gizi #inspiratif #MPLS 2025 #siswa baru #sekolah berprestasi #Program Gizi Pelajar #kegiatan MPLS