Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

MPLS Jatim 2025 Tumbuhkan Karakter Positif dan Waspada Tantangan Era Digital

Mizan Ahsani • Selasa, 15 Juli 2025 | 00:35 WIB

 

Kegiatan MPLS
Kegiatan MPLS

Jawa Pos Radar Lawu – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025.

Tahun ini, pelaksanaan MPLS mengusung semangat baru dengan fokus utama pada pembentukan karakter dan perlindungan terhadap berbagai ancaman digital serta sosial yang mengintai remaja.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di provinsi ini sepenuhnya mengacu pada panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Tidak ada aturan tambahan khusus, karena prinsip utama MPLS kali ini adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, perlindungan anak, serta penguatan karakter.

Salah satu materi utama dalam MPLS 2025 adalah penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Tujuh kebiasaan ini merupakan pendekatan pembentukan karakter yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kolaboratif, dan memiliki semangat belajar tinggi sejak awal.

“Para siswa akan diperkuat dengan nilai-nilai positif yang tertuang dalam 7 kebiasaan tersebut. Ini menjadi bekal penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujar Aries.

Edukasi Bahaya Pornografi, NAPZA, dan Judi Online
Selain karakter, MPLS 2025 juga menyisipkan edukasi penting terkait berbagai ancaman yang kini marak di kalangan remaja.

Di antaranya adalah pencegahan pornografi, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta bahaya judi online yang kian mengkhawatirkan.

Materi ini disampaikan dalam bentuk diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, serta pendekatan yang sesuai dengan usia siswa agar lebih mudah dipahami dan diinternalisasi.

Tak hanya isu-isu sosial, siswa juga akan diperkenalkan pada Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tujuannya adalah membangun rasa cinta tanah air dan memperkuat wawasan kebangsaan sejak dini.

Seluruh rangkaian kegiatan MPLS dilaksanakan berdasarkan enam prinsip utama, yakni ramah, edukatif, efektif dan efisien, inklusif, partisipatif, dan fleksibel.

Praktik perpeloncoan, penggunaan atribut aneh, serta kegiatan yang menimbulkan tekanan psikologis dilarang keras.

“Sekarang tidak ada lagi atribut aneh atau kegiatan yang memberatkan siswa. MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan, mendidik, dan membangun semangat berkarya,” jelas Aries.

MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal bagi siswa untuk beradaptasi, mengenal nilai-nilai sekolah, memahami lingkungan belajar, serta menjalin hubungan positif dengan guru dan teman-teman baru.

Selama lima hari pelaksanaan, siswa akan mengikuti berbagai kegiatan yang memperkenalkan mereka pada guru, fasilitas sekolah, program ekstrakurikuler, serta tata tertib yang berlaku.

Dengan pendekatan yang ramah dan bermuatan nilai-nilai karakter, MPLS 2025 di Jawa Timur diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki integritas, tangguh menghadapi tantangan zaman, dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif di era digital.

(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#jatim #MPLS 2025 #dinas pendidikan jatim #MPLS Ramah Anak #pendidikan karakter