Jawa Pos Radar Lawu – Setelah Ridwan Kamil melayangkan protes atas keterlambatan penerbangan Super Air Jet di Bali, kini giliran Helmy Yahya yang mengalami kejadian serupa.
Presenter senior itu membagikan pengalamannya saat menjadi salah satu penumpang pesawat Super Air Jet yang delay dari Bandara Banyuwangi, Minggu (13/7/2025).
Dalam unggahan video di Instagram pribadinya, Helmy menceritakan bagaimana jadwal keberangkatannya yang semula pukul 10.55 WIB terus mengalami penundaan.
Pihak maskapai menjadwalkan ulang keberangkatan menjadi pukul 12.00 WIB, namun kembali diundur hingga pukul 15.00 WIB. Bahkan, pada pukul 15.00 WIB pun belum ada kepastian keberangkatan.
“Saya dari Banyuwangi meresmikan pabrik skincare milik murid saya, lalu berniat pulang. Tapi jadwal pesawat delay berkali-kali,” ujar Helmy dalam videonya yang dikutip Senin (14/7).
Lebih lanjut, ia mengungkap kekecewaannya karena harus membatalkan sejumlah agenda penting.
Termasuk pertemuan makan siang dengan kolega dari luar kota hingga kehadirannya dalam pernikahan anak sahabat.
“Saya juga bingung karena dari Banyuwangi itu cuma ada satu flight dalam sehari. Besok pagi saya dijadwalkan ikut RDP untuk memberi masukan soal RUU Penyiaran. Sekarang semua rencana bisa buyar,” tuturnya.
Helmy Yahya juga menyayangkan minimnya transparansi dari pihak maskapai.
Ia mempertanyakan alasan keterlambatan yang tak kunjung disampaikan secara terbuka kepada penumpang.
Baca Juga: Pengumuman OSN-K 2025 Jenjang SMA Diumumkan 15 Juli, Cek Daftar Nama Peserta Lolos di Sini!
“Kalau alasannya cuma karena kurang penumpang atau jam segitu dianggap rugi, come on. Nggak semua soal untung rugi. Penumpang juga punya waktu dan tanggung jawab,” katanya menambahkan.
Sebagai penutup, Helmy memberi pesan tegas untuk maskapai yang ingin bertahan di tengah persaingan dunia penerbangan saat ini.
“Maskapai yang akan bertahan adalah yang mementingkan pelanggannya. Jangan abaikan kepentingan penumpang,” ujarnya. (kid)
Editor : Nur Wachid