Jawa Pos Radar Lawu - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7), menyuguhkan kejutan futuristik.
Untuk pertama kalinya, Polri secara resmi memamerkan robot canggih berbentuk anjing lengkap dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang langsung mencuri perhatian publik.
Tak hanya karena tampilannya yang menyerupai anjing pelacak K9, namun juga karena harganya yang fantastis, yaitu nyaris Rp. 3 miliar per unit.
Simbol Transformasi Digital Polri
Menurut Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divisi Humas Polri, kehadiran robot ini bukan sekadar gimmick, melainkan simbol transformasi Polri dalam menghadapi tantangan era digital.
"Ini simbol kesiapan Polri menghadapi perubahan zaman.
Teknologi ini dihadirkan demi meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat," jelasnya.
Robot yang dipamerkan tidak hanya berbentuk anjing (Robodog), tetapi juga humanoid (berbentuk manusia).
Namun, Robodog menjadi bintang utama dalam defile HUT Bhayangkara.
Harga Selangit: Hampir Rp. 3 Miliar per Unit
Presiden Direktur PT EZRA ROBOTICS Teknologi, R Dhannisaka, menyebutkan bahwa harga satu unit Robodog versi basic saja nyaris mencapai Rp. 3 miliar.
Nilai tersebut bahkan bisa melonjak jika ditambah berbagai fitur lanjutan sesuai kebutuhan Polri.
“Harga basic-nya saja sudah hampir Rp. 3 miliar. Kalau ditambah fitur canggih lain, tentu bisa lebih mahal,” ujar Dhanni.
Robot ini dikembangkan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, terutama untuk sisi perangkat lunak dan AI.
Fitur Robodog: Tak Sekadar Gaya-gayaan
Meski disebut-sebut mirip "mainan mahal", Robodog punya sederet fungsi strategis.
Mulai dari mendeteksi korban gempa di reruntuhan bangunan, mengendus kebocoran gas beracun, hingga membubarkan massa dengan gelombang suara ultrasonik.
Dalam demo HUT Bhayangkara, Robodog bahkan dipakai untuk menyusuri truk yang diduga membawa zat radioaktif.
Publik Terbelah: Canggih tapi Perlu Transparansi
Tak bisa dipungkiri, kehadiran Robodog menimbulkan pro dan kontra.
Banyak masyarakat mempertanyakan urgensi pembelian robot dengan harga miliaran, di tengah kebutuhan dasar dan keamanan yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Namun, tak sedikit pula yang menilai langkah ini sebagai bentuk kesiapan Polri menghadapi ancaman modern, terutama di era digital dan bencana.
Robot anjing Polri mungkin adalah langkah berani dan modern dalam dunia penegakan hukum.
Namun, di tengah harganya yang selangit, publik berhak tahu sejauh mana efektivitas dan urgensinya.
Jangan sampai inovasi ini hanya jadi hiasan mahal tanpa dampak nyata bagi masyarakat. (*)
Editor : Riana M.