Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lewotobi Laki-laki meletus hebat di Flores Timur!
Hujan abu, lahar dingin, dan penutupan sekolah serta bandara terjadi serentak!
Erupsi Gunung Lewotobi: 5 Kali Letusan dalam 6 Jam, Bahaya Masih Mengintai!
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali erupsi dahsyat sebanyak lima kali dalam enam jam pada Selasa (17/6).
Kolom abu terpantau mencapai ketinggian 2.000–5.000 meter dan disertai lava pijar serta gemuruh keras.
Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi mencatat amplitudo letusan mencapai 47,3 mm, dengan durasi hingga 1.200 detik.
Aktivitas gempa vulkanik, hembusan, dan awan panas terus terjadi.
Status Awas! Aktivitas Dilarang Radius 7–8 Km dari Kawah
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level IV (Awas).
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 7 km dari kawah dan 8 km pada sektor barat daya–timur laut.
Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebar hoaks.
Dampak Erupsi: Sekolah, Puskesmas, dan Bandara Terpaksa Tutup
Erupsi ini menyebabkan sekolah di Kabupaten Sikka ditutup sementara.
Puskesmas Boganatar turut dievakuasi, sementara pasien dipindahkan ke fasilitas kesehatan di Maumere.
Tiga bandara di NTT juga ditutup karena abu vulkanik:
-
Bandara Frans Seda (Maumere)
-
Bandara H. Hasan Aroeboesman (Ende)
-
Bandara Soa (Bajawa)
Distribusi BBM Aman, Pemerintah Tetap Minta Siaga
Distribusi BBM dari Pertamina di Maumere dan Larantuka tetap berjalan normal.
Namun, pemerintah daerah diminta terus siaga untuk antisipasi gangguan logistik.
Tindakan Cepat Pemerintah Provinsi NTT
Gubernur NTT Melki Laka Lena menginstruksikan evakuasi massal dan distribusi bantuan masker, makanan, serta kebutuhan bayi. Wilayah terdampak utama mencakup:
-
Kabupaten Flores Timur: Wulanggitang, Ilebura
-
Kabupaten Sikka: Talibura, Waigete
Desa Boru dan Pululera telah dievakuasi. Fokus utama saat ini adalah pengungsian ibu hamil, bayi, balita, dan penyediaan masker serta pelindung mata.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Ketinggian 700 Meter, Belum 12 Jam Sudah 4 Kali Erupsi
Waspada Lahar Dingin! Hujan Deras Bisa Bawa Ancaman Baru
Aktivitas vulkanik yang masih tinggi memicu potensi banjir lahar hujan, terutama di daerah aliran sungai di sekitar gunung.
Awan panas dan hujan kerikil dilaporkan di sejumlah desa.
Ahli vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman, menyebut bahwa letusan Lewotobi biasanya berkala setiap 10–20 tahun.
Meski aktivitas mulai menurun, akumulasi abu dan curah hujan bisa memicu bencana sekunder berupa lahar dingin.
Imbauan BNPB: Segera Mengungsi & Gunakan Masker!
BNPB mengimbau warga:
-
Segera menjauh dari zona bahaya
-
Gunakan masker atau kain basah
-
Hindari aliran sungai di sekitar gunung
Pemantauan aktivitas gunung terus dilakukan PVMBG, BPBD, dan Pusdalops. (fin)
Editor : AA Arsyadani