Jawa Pos Radar Lawu - Setelah insiden ancaman bom yang sempat menghebohkan penerbangan Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah–Jakarta, sebanyak 442 jemaah haji yang dievakuasi kini dijadwalkan akan diterbangkan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pagi ini (18/6).
Ancaman tersebut sempat memaksa pesawat mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, Selasa (17/6). Untungnya, pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan dan hasilnya dinyatakan tidak ditemukan bahan peledak.
“Pemeriksaan selesai pada pukul 18.47 WIB dan tidak ditemukan bom atau indikasi bahan peledak lainnya,” jelas Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa.
Ia menambahkan, seluruh penumpang dan kru langsung diinapkan di penginapan terdekat untuk memulihkan kondisi pasca-insiden. “Seluruh penumpang dan kru saat ini telah diinapkan di penginapan terdekat. Direncanakan pesawat akan diterbangkan kembali besok pagi (18/6) ke Bandar Udara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Asri juga memastikan bahwa operasional Bandara Kualanamu tetap berjalan normal selama proses penanganan berlangsung. “Bandar Udara Kualanamu tetap beroperasi dan penanganan dilakukan di area isolasi sehingga tidak menimbulkan kendala dalam pergerakan tinggal landas dan mendarat pesawat terbang lainnya,” ucapnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan cepat situasi darurat tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada segenap pihak yang terlibat, baik operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu, Pemerintah Daerah setempat, dan pihak terkait lainnya yang melakukan langkah cepat sehingga kondisi menjadi aman terkendali dan kondusif,” kata Lukman.
Ia menegaskan bahwa seluruh penanganan telah mengikuti prosedur standar nasional yang berlaku.
Langkah-langkah penanggulangan keadaan darurat yang dilakukan telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional, dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 22 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Penilaian Ancaman Keamanan Penerbangan.
Situasi dikabarkan sudah aman dan para jemaah dijadwalkan kembali melanjutkan perjalanan ke tanah air dalam kondisi baik dan terkendali. (fin)
Editor : AA Arsyadani