Jawa Pos Radar Lawu - Ancaman terhadap kelangsungan hidup umat manusia bukan hanya datang dari krisis iklim, melainkan juga dari kemungkinan terjadinya perang nuklir global.
Aktivis lingkungan asal Inggris, Mark Lynas, menyatakan bahwa dampak perang nuklir bisa jauh lebih dahsyat dan cepat menghapus peradaban manusia dibandingkan perubahan iklim.
"Ancaman terbesar terhadap kelangsungan umat manusia bukanlah perubahan iklim, melainkan perang nuklir global, " katanya dilansir dari The Guardian, kemarin (16/6).
Dalam laporan terbarunya, Lynas menjelaskan bahwa jika perang nuklir skala besar terjadi, dunia bisa mengalami kehancuran total hanya dalam waktu tiga tahun.
Ribuan hulu ledak nuklir yang tersebar di berbagai negara, jika diledakkan, akan memicu bencana iklim ekstrem yang disebut sebagai nuclear winter alias musim dingin nuklir.
"Musim dingin nuklir akan membunuh hampir seluruh populasi manusia. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk beradaptasi saat hal itu terjadi. Semua akan berlangsung dalam hitungan jam," ungkap Lynas.
Debu dan asap dari ledakan akan menyelimuti atmosfer, menghalangi sinar matahari, menurunkan suhu global secara drastis, dan menyebabkan gagal panen massal.
Tanpa cukup makanan dan energi, peradaban manusia bisa runtuh dalam waktu singkat.
"Saat matahari kembali dan suhu naik, semua sudah terlambat. Semua orang sudah mati, " tegas Lynas.
Saat ini, ada sekitar 13 ribu senjata nuklir yang dimiliki oleh sembilan negara, dan sekitar 4.100 di antaranya siap diluncurkan kapan saja.
Amerika Serikat dan Rusia adalah dua negara dengan stok terbesar, masing-masing memiliki lebih dari empat ribu hulu ledak.
Negara lain seperti China, Inggris, Prancis, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara juga memiliki persenjataan nuklir dalam jumlah yang cukup untuk memicu bencana global.
Mark Lynas mengingatkan bahwa meskipun krisis iklim kerap menjadi isu utama dalam diskusi lingkungan global, perang nuklir justru bisa menghabisi umat manusia lebih dulu.
Ia menyebutkan bahwa ancaman ini nyata, bukan spekulasi.
satu insiden kecil saja bisa memicu konflik global yang menghancurkan dunia.
Ancaman perang nuklir harus menjadi perhatian serius masyarakat dunia.
Upaya pelucutan senjata dan diplomasi internasional perlu terus diperkuat agar umat manusia tidak menghadapi akhir yang tragis akibat kesalahan perhitungan politik atau militer. (fin)
Editor : AA Arsyadani