Jawa Pos Radar Lawu – Sistem layanan kesehatan Arab Saudi mencetak sejarah baru dengan berhasil melakukan uji coba pengiriman obat dan perlengkapan medis menggunakan drone (pesawat nirawak).
Teknologi ini digunakan untuk menjangkau lokasi-lokasi penting di sekitar tempat suci selama musim Haji 1446 H (2025 M).
Inovasi ini bertujuan meningkatkan kecepatan dan efisiensi layanan kesehatan bagi para jamaah haji.
Poyek inovatif ini merupakan hasil kolaborasi Klaster Kesehatan Makkah dan National Unified Procurement Company (NUPCO).
Pengiriman drone dilakukan dari pusat layanan kesehatan primer ke rumah sakit, termasuk di wilayah padat seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
Salah satu pengiriman penting yang berhasil dilakukan adalah pengiriman paket es medis ke Rumah Sakit Darurat Mina.
Paket tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani jamaah yang mengalami kelelahan akibat suhu ekstrem dan serangan panas saat melaksanakan ritual lempar jumrah.
Teknologi Drone untuk Layanan Kesehatan Haji
Pengiriman berbasis drone ini mengikuti sistem berlapis yang canggih, dimulai dari:
1. Penentuan kebutuhan medis dari fasilitas layanan.
2. Pengemasan dengan standar Otoritas Makanan dan Obat Saudi.
3. Distribusi barang farmasi dan medis dari gudang ke unit layanan.
4. Transportasi dan pelacakan real-time menggunakan dasbor digital.
Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan intensif pemerintah menjelang puncak ibadah Haji, serta menjadi wujud konkret transformasi digital dan layanan publik dalam kerangka Visi Saudi 2030.
"Teknologi ini memungkinkan pengiriman cepat, aman, dan efisien, sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman dan tenang," ujar perwakilan Klaster Kesehatan Makkah.
Komitmen terhadap Kesehatan Jamaah
Arab Saudi terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan berstandar internasional bagi jutaan jamaah yang datang dari seluruh dunia.
Dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celsius, kebutuhan akan penanganan darurat sangat penting, terutama dalam kasus dehidrasi dan heatstroke. (fin)
Editor : AA Arsyadani