Jawa Pos Radar Lawu - Yamaha Jupiter MX 135 sempat dianggap memiliki basis mesin yang sama dengan Yamaha Vixion.
Keduanya memang berasal dari keluarga mesin SOHC 4-tak, 4 katup, berpendingin cairan, namun secara teknis dan performa, terdapat sejumlah perbedaan penting yang tidak bisa diabaikan.
Jupiter MX generasi awal, yang dikenal juga sebagai Yamaha T135 di beberapa negara Asia Tenggara, mengusung mesin berkapasitas 134,4 cc dengan sistem karburator BS25 untuk tipe kopling manual.
Informasi ini dikutip dari spesifikasi teknis di situs SG Bike Mart Singapore, yang mencatat bahwa motor ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 12,5 PS pada 8.500 rpm dan torsi 12 Nm pada 5.500 rpm.
Rasio kompresinya juga cukup tinggi, yakni 10,9:1, dengan konfigurasi bore x stroke 54 x 58,7 mm.
Di sisi lain, Yamaha Vixion—yang diperkenalkan pertama kali pada 2007—memiliki kapasitas mesin lebih besar, yaitu 149,8 cc.
Berdasarkan data resmi dari situs Oto.com, Vixion menggunakan sistem injeksi bahan bakar dan menghasilkan tenaga hingga 16,36 hp pada 8.500 rpm, serta torsi puncak 14,5 Nm pada 7.500 rpm.
Bore dan stroke-nya juga berbeda, yakni 57 x 58,7 mm, serta menggunakan sistem pengapian lebih canggih dengan rasio kompresi 10,4:1.
Meskipun kedua mesin sama-sama 4-tak SOHC dengan pendingin cairan, kesamaan tersebut hanya bersifat umum pada arsitektur, bukan berarti identik.
Yamaha merancang Vixion untuk segmen sport naked bike, sementara Jupiter MX ditujukan untuk pengguna motor bebek performa tinggi.
Karena itu, blok mesin dan sistem bahan bakarnya dikembangkan dengan pendekatan berbeda, termasuk pengaturan transmisi dan sistem pengkabutan bahan bakar.
Kesimpulannya, meski terlihat mirip dan berasal dari basis teknologi yang serupa, mesin Yamaha Jupiter MX dan Yamaha Vixion bukanlah mesin yang benar-benar sama.
Kesalahpahaman ini banyak terjadi karena kedua motor memiliki karakter mesin yang serupa secara kasat mata, namun jika merujuk ke data teknis dari sumber-sumber resmi seperti SG Bike Mart dan Oto.com, perbedaannya sangat jelas dan signifikan. (gar)
Editor : Tegar Rukmana