Jawa Pos Radar Lawu - Rencana aksi demo pensiunan pos yang rencananya dihadiri ribuan pensiunan PT Pos Indonesia ke Istana dan DPR pada 3 Juni 2025 resmi dibatalkan.
Bukan karena kurang dukungan, tetapi lantaran pesan berantai yang menyebar lewat broadcast WhatsApp mengonfirmasi bahwa aspirasi para pensiunan telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto.
Dari pesan berantai yang diterima Radar Lawu, isi pesan menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, untuk menerima langsung perwakilan Pensiunan Pos dan menindaklanjuti tuntutan mereka tanpa harus turun ke jalan.
Aspirasi Sudah Sampai ke Presiden
Menurut pesan broadcast yang beredar luas pada 2 Juni 2025, rencana aksi unjuk rasa ribuan pensiunan Pos di Jakarta dikonversi menjadi dialog terbuka setelah ada respons langsung dari Presiden. Dalam pesan tersebut tertulis:
“Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada Sufmi Dasco Ahmad agar segera menerima perwakilan Pensiunan Pos, mengingat beliau tidak ingin para orang tua yang sudah sepuh lelah berdemo.”
Hal ini membuat Ketua KSPI, Said Iqbal, diminta untuk menunda aksi dan menggantinya dengan perundingan damai bersama Direksi Danantara—holding BUMN yang menaungi PT Pos Indonesia.
Diganti dengan Dialog pada 5 Juni 2025
Alih-alih turun ke jalan, dialog resmi dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2025.
Pihak Sufmi Dasco Ahmad bersedia memfasilitasi pembicaraan antara pensiunan Pos dengan manajemen Danantara untuk mencari solusi terbaik.
Sementara itu, pada tanggal yang sebelumnya ditetapkan untuk demo (3 Juni), digelar pertemuan terbuka bersama Presiden KSPI, Said Iqbal, di Gedung GPI, Jakarta.
Baca Juga: Mission Possible: 7 Hari Menuju Perut Rata, Buncit Minggat, Confidence Merapat!
Perjuangan Tetap Jalan, Demo Ditiadakan
Dalam broadcast yang ditandatangani oleh sejumlah koordinator lapangan nasional dan daerah (Jakarta dan Bandung), pihak panitia menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan mendadak tersebut.
Namun ditegaskan bahwa perjuangan tetap berlanjut melalui jalur dialog.
“Apapun yang terjadi, perjuangan harus tetap berjalan… Kita doakan semoga tuntutan Pensiunan Pos bisa segera diputuskan walaupun tanpa melalui demo,” tulis pesan tersebut.
Latar Belakang Aksi Pensiunan Pos
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian tuntutan para pensiunan PT Pos Indonesia yang menyoroti hak-hak finansial dan kesejahteraan pasca pensiun.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul keluhan mengenai keterlambatan pembayaran manfaat pensiun, ketidakjelasan status kepesertaan di bawah holding Danantara, dan lemahnya perlindungan hukum terhadap pensiunan.
KSPI sebagai konfederasi buruh yang menaungi para pensiunan mendukung langkah dialog sebagai bentuk perjuangan non-konfrontatif yang lebih produktif. (kid)
Editor : Nur Wachid