Jawa Pos Radar Lawu – Misteri di balik identitas Dewi Astutik, yang disebut sebagai otak jaringan narkoba dua ton di Kepulauan Riau, kian terbongkar.
Polres Ponorogo memastikan nama tersebut palsu dan hanya kedok yang digunakan buronan BNN yang saat ini berstatus red notice Interpol.
Fakta terbaru, Dewi Astutik bukan nama asli. Bahkan, alamat dalam KTP-nya pun ternyata milik kerabat yang tinggal di Balong, Ponorogo.
Gunakan Nama Adik dan Alamat Saudara
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengungkapkan bahwa perempuan yang dikenal sebagai Dewi Astutik sesungguhnya berasal dari Ponorogo, namun bukan bernama demikian.
"Nama Dewi Astutik itu adalah nama adiknya, sedangkan alamat yang digunakan adalah milik keluarganya di Dusun Sumber Agung, Desa Balong," ungkap Andin, Sabtu (1/6).
Pihaknya menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tentang identitas Dewi Astutik merupakan bentuk penyamaran.
KTP yang digunakan adalah rekayasa, tidak terdaftar di sistem kependudukan, dan digunakan untuk mengelabui aparat.
Diduga Kabur ke Kamboja
Lebih lanjut, AKBP Andin menyebut bahwa buron tersebut telah lama menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kini disinyalir berada di luar negeri.
"Dugaan kami, posisi Mrs. X sekarang berada di sekitar wilayah Kamboja. Dia sudah bertahun-tahun tidak kembali ke Ponorogo," jelasnya.
Karena statusnya sudah masuk red notice, pihak kepolisian pun enggan mempublikasikan alamat asli Mrs. X.
“Kami minta warga yang merasa mengenali wajahnya agar segera melapor ke kepolisian,” tambahnya.
Alamat KTP Tak Pernah Ditempati
Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, membenarkan bahwa alamat dalam KTP yang tersebar memang berada di desanya.
Namun, ia menegaskan tidak pernah mengenal sosok bernama Dewi Astutik.
"Saya sudah menjabat kasun sejak 2003, tidak ada nama itu dalam data warga kami," kata Gunawan.
Gunawan juga menyebutkan bahwa pihak desa tidak pernah mencatat keberadaan orang dengan identitas tersebut. “Kemungkinan besar memang KTP palsu,” tegasnya.
Kasus Mrs. X kembali menunjukkan bagaimana jaringan narkoba internasional semakin lihai menyamarkan identitas.
Menggunakan nama adik kandung dan alamat kerabat, Mrs. X berhasil menyusup dalam aktivitas ilegal hingga menjadi buronan kelas berat.
Kini, dengan keterlibatan Interpol, pihak berwajib terus memburu keberadaan perempuan asal Ponorogo tersebut. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid