Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

PBNU Bongkar Alasan Mengapa Israel Masih Menjajah Palestina hingga Hari Ini!

AA Arsyadani • Jumat, 30 Mei 2025 | 22:36 WIB

 

KH Ulil Abshar Abdalla
KH Ulil Abshar Abdalla

Jawa Pos Radar Lawu - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla, mengungkapkan alasan klasik mengapa penjajahan Israel atas Palestina hingga kini belum berakhir.

Menurutnya, konflik berkepanjangan justru menguntungkan banyak pihak yang mencari keuntungan di balik situasi tersebut.

 “Konflik ini dipertahankan karena ada kepentingan besar yang ingin terus bertahan. Jika Timur Tengah damai dan masalah Palestina selesai, aktor-aktor Barat yang selama ini berkepentingan justru akan dirugikan,” ungkap Gus Ulil.

Gus Ulil menegaskan bahwa salah satu keuntungan utama dari konflik ini adalah bisnis senjata.

Penjualan senjata di wilayah yang berkonflik sangat menguntungkan, sehingga para produsen senjata punya alasan kuat untuk menjaga agar perang tidak berakhir.

Selain itu, penjajahan Israel juga menjadi alat politik penting bagi para penguasa di Israel.

Menurut Gus Ulil, kelompok radikal dan ultra-ortodoks di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memanfaatkan konflik ini untuk memperkuat kekuasaan dan popularitas mereka.

 “Kelompok radikal ini kehilangan relevansi jika perdamaian tercapai. Netanyahu sendiri dinilai menggunakan konflik sebagai cara mengalihkan perhatian publik dari ancaman hukum yang mengintainya,” imbuhnya.

Gus Ulil juga menyoroti perubahan arah politik Suriah setelah Ahmad Al-Sharaa diangkat sebagai presiden. Suriah kini cenderung menempuh jalur diplomasi dalam mendukung Palestina.

Hal ini mirip dengan pendekatan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang berasal dari faksi Fatah, yang menolak perlawanan militer seperti yang ditempuh Hamas.

 “Visi Ahmad Al-Sharaa dan Mahmoud Abbas sejalan dalam menempuh jalur diplomasi. Namun, ini juga menambah ketidakpastian kapan perdamaian akan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Melihat realitas ini, Gus Ulil menyatakan rasa pesimisnya terhadap kemungkinan segera terjadinya perdamaian bagi bangsa Palestina.

 “Berdasarkan pengalaman, tampaknya negara-negara besar dan berbagai aktor yang berkepentingan tidak ingin masalah Palestina cepat selesai,” pungkasnya. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#benjamin netanyahu #pbnu #Gus Ulil #penjajahan israel #kemerdekaan palestina #ulil abshar abdalla