Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pernikahan Anak SMP Viral di Lombok, Ternyata Orang Tua Takut Anak Jadi Gunjingan!

Nur Wachid • Senin, 26 Mei 2025 | 17:31 WIB

 

YL dan RN, pasangan remaja asal Lombok, tampil dalam prosesi adat Sasak nyongkolan. Pernikahan mereka viral karena usia masih di bawah 17 tahun.
YL dan RN, pasangan remaja asal Lombok, tampil dalam prosesi adat Sasak nyongkolan. Pernikahan mereka viral karena usia masih di bawah 17 tahun.

Jawa Pos Radar Lawu – Video pernikahan anak,  sepasang remaja asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) viral dan memicu keprihatinan publik.

Pasalnya, kedua mempelai, YL (15) dan RN (16), masih duduk di bangku sekolah, masing-masing SMP dan SMK.

Namun sudah menikah dalam prosesi adat Sasak bernama nyongkolan.

Dalam video yang pertama kali diunggah oleh akun Facebook @Diyok Stars dan telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali.

Tampak YL dan RN mengenakan pakaian adat sambil berjoget diiringi musik tradisional.

Bahkan di pelaminan, YL tampak menunjukkan ekspresi remaja seperti teriak histeris dan memberi salam metal.

Hal itu membuat warganet mempertanyakan kesiapan mental dan usia mereka untuk menikah.

Melanggar Aturan Usia Pernikahan

Fenomena ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019, yang mengatur batas usia minimal pernikahan di Indonesia adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. 

Namun dalam kasus ini, keluarga kedua mempelai tetap melangsungkan pernikahan adat tanpa menghiraukan ketentuan tersebut.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Parfum Harum dan Tahan Lama, Cocok untuk Cuaca Panas hingga Dingin!

Publik pun bertanya: mengapa orang tua YL dan RN justru mendukung pernikahan dini ini?

Kawin Culik hingga Dikhawatirkan Jadi Omongan Warga

Kepala Desa Beraim, Lalu Januarsa Atmaja, menjelaskan bahwa kisah asmara RN dan YL sudah berlangsung lama dan sempat menjadi perhatian warga.

Bahkan, keduanya pernah melakukan praktik kawin culik, yakni tradisi adat Sasak yang dilakukan ketika sepasang kekasih ingin menikah tanpa restu.

“Tiga minggu sebelum viral, sebenarnya kami sudah coba cegah. Tapi RN sempat kabur bawa YL ke Sumbawa dua hari dua malam,” ujar Januarsa, dikutip dari Lombok Post, Minggu (25/5).

Setelah kembali dari pelarian, aparat desa kembali mencoba memisahkan pasangan tersebut.

Namun, orang tua YL menolak menerima anaknya kembali. Alasan utama: takut anaknya menjadi bahan gunjingan warga.

“Mereka tidak mau anaknya kembali karena sudah pergi bersama laki-laki. Supaya tidak jadi omongan, akhirnya dinikahkan,” tambah Januarsa.

Tekanan Keluarga Besar dan Ketidakberdayaan Desa

Menurut keterangan desa, pihak aparat dan tokoh masyarakat sebenarnya telah berupaya maksimal mencegah pernikahan ini.

Namun, tekanan dari keluarga besar kedua mempelai terlalu kuat.

Bahkan, saran agar tidak menggelar acara secara besar-besaran pun diabaikan.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Parfum Harum dan Tahan Lama, Cocok untuk Cuaca Panas hingga Dingin!

“Kami tidak pernah keluarkan izin resmi, hanya berupaya memediasi agar tidak terjadi fitnah berkepanjangan,” tegas Januarsa.

Pernikahan dini ini memperlihatkan betapa rumitnya dinamika antara hukum negara dan budaya lokal yang masih hidup di masyarakat.

Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari tekanan sosial, tradisi, hingga ketakutan terhadap stigma yang melekat di lingkungan pedesaan.

Serial Pernikahan Dini Juga Trending di OTT

Menariknya, kasus viral ini muncul beriringan dengan populernya serial Pernikahan Dini yang tayang di Disney+ Hotstar sejak September 2023.

Serial yang dibintangi Megan Domani dan Randy Martin ini juga mengangkat tema serupa: pernikahan remaja yang memunculkan dilema sosial, psikologis, hingga tekanan keluarga.

Meski tidak berkaitan langsung, kemunculan kasus nyata ini kembali menggugah kesadaran publik akan pentingnya edukasi dan perlindungan terhadap anak. (kid)

Editor : Nur Wachid
#pernikahan dini #pernikahan anak #viral #lombok #anak smp