Jawa Pos Radar Lawu – Baca komik One Piece 1149 RAW menghadirkan salah satu momen paling menyayat hati sepanjang arc Elbaph.
Untuk pertama kalinya, penggemar menyaksikan Scopper Gaban menangis, bukan karena kekalahan, melainkan karena kematian anaknya, Colon.
Kesedihan Gaban bermula setelah berhasil mengalahkan Sommers dengan jurus pamungkas Futenraku.
Tebasan kapak berselimut petir hitam tersebut membelah tubuh Sommers menjadi dua.
Meski tidak beregenerasi, Sommers masih tetap hidup meski tubuhnya juga tertusuk duri.
Gaban Melihat Anaknya Mati
Gaban kemudian mengalihkan perhatiannya pada putranya, Colon, yang sedang berada dalam cengkeraman Gunko.
Dengan amarah meledak, kapaknya kembali mengeluarkan petir hitam. Namun tiba-tiba, Kenbunshoku Haki Gaban aktif dan memperlihatkan sekilas masa depan.
Gaban melihat anaknya mati sebelum sempat diselamatkan.
Tetesan Air Mata Gaban
Menyadari bahwa masa depan itu tak bisa diubah, Gaban terdiam. Dengan mata mulai meneteskan air dan ekspresi hancur, dia menjatuhkan kapaknya ke tanah.
Tindakan ini bukan bentuk kekalahan, melainkan menyerah demi menyelamatkan sang buah hati.
Gunko kemudian menusuk tubuh Gaban dengan tiga panahnya.
Tusukan tersebut membuat tubuh mantan kru Bajak Laut Roger itu jatuh dari cabang raksasa Pohon Adam menuju Dunia Bawah.
Di saat-saat terakhirnya, Gaban berbisik, “Maafkan aku, Colon… dan Elbaph…”
Colon Menangis
Plot semakin tragis ketika Colon yang terluka menangis menyaksikan ayahnya jatuh.
Momen ini memperlihatkan betapa dalam cinta Gaban terhadap putranya, sekaligus menggambarkan betapa kejamnya dunia yang harus mereka hadapi. (cor)
Editor : Andi Chorniawan