Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Eddie Marzuki Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia di Mata Prabowo, Wafat di Usia 94 Tahun

Nur Wachid • Rabu, 14 Mei 2025 | 18:56 WIB
Eddie Marzuki Nalapraya.
Eddie Marzuki Nalapraya.

JAKARTAJawa Pos Radar Lawu – Dunia pencak silat berduka. Eddie Marzuki Nalapraya, tokoh legendaris yang dijuluki Bapak Pencak Silat Dunia, wafat dalam usia 94 tahun pada Senin pagi (13/5/2025) di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Sosoknya yang berjasa besar dalam menjadikan pencak silat sebagai warisan budaya dunia ini disemayamkan di Padepokan Pencak Silat, TMII, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung melayat. Dalam keterangannya, ia menyebut Eddie Nalapraya sebagai pelindung nilai-nilai luhur Indonesia.

“Sebagian besar hidupnya didedikasikan bukan hanya untuk negara sebagai prajurit TNI, tetapi juga untuk membina dan melestarikan pencak silat. Beliau adalah simbol identitas bangsa,” ujar Prabowo, Selasa (14/5).

Dedikasi Seumur Hidup untuk Silat

Eddie Marzuki bukan hanya mantan perwira tinggi TNI dengan karier militer cemerlang, tetapi juga pionir dalam mempopulerkan pencak silat hingga ke mancanegara.

Berkat visinya, seni bela diri asli Indonesia ini menjadi bagian dari SEA Games, memiliki federasi internasional (PERSILAT), dan diakui sebagai bagian diplomasi budaya Indonesia.

Pria kelahiran Tanjung Priok ini mengawali keterlibatannya dalam pencak silat sejak kecil.

Kepiawaiannya sebagai organisator membawanya menjadi Ketua Harian IPSI (1979) lalu menjabat Ketua Umum IPSI (1981–2003). Ia juga mendirikan PERSILAT yang kini beranggotakan puluhan negara.

Eddie berhasil menjadikan pencak silat sebagai olahraga prestisius dan memperjuangkan pembangunan Padepokan Pencak Silat TMII sebagai pusat pelatihan nasional.

Sosok Multidimensi: Militer, Birokrat, dan Budayawan

Lahir pada 6 Juni 1931, Eddie adalah anak sulung dari keluarga Betawi sederhana. Karier militernya dimulai saat Revolusi Nasional Indonesia.

Ia pernah menjadi pengawal pribadi Jenderal Soeharto pasca-G30S, dan turut dalam misi perdamaian PBB di Kongo.

Setelah pensiun dari militer, Eddie sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Politik (1984–1987) dan anggota Dewan Pertimbangan Agung era Presiden B.J. Habibie.

Namun, pencak silat tetap menjadi medan perjuangannya hingga akhir hayat.

Prabowo: “Namanya Tak Terpisahkan dari Silat”

Presiden Prabowo yang juga menjabat Ketua IPSI sejak 2003 mengenang Eddie sebagai diplomat budaya sejati.

“Ketika orang menyebut pencak silat, nama Eddie Nalapraya pasti disebut. Beliau yang menjembatani silat Indonesia dengan dunia internasional,” kata Prabowo.

Ucapan duka juga datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menlu Sugiono, Anies Baswedan, Pramono Anung, hingga Rano Karno.

Dikebumikan di TMP Kalibata

Jenazah Eddie dimakamkan di TMP Kalibata dengan upacara militer.

Menurut catatan, beliau pernah berseloroh tak ingin dimakamkan di TMP karena para jenderal di sana “akan tetap memberinya perintah.”

Di balik canda itu, sosok Eddie tetap dikenang sebagai tokoh teladan.

Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Gerilya, dan gelar kehormatan dari Thailand dan Belanda. (kid)

Dunlop
Dunlop
IRC (Inoue Rubber Company)
IRC (Inoue Rubber Company)
Pirelli
Pirelli
Michelin
Michelin
Aspira
Aspira
Editor : Nur Wachid
#meninggal #eddie marzuki nalapraya #bapak silat dunia #profil #prabowo