Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

RI Siap Ekspor Beras Wujud Simbol Swasembada, Presiden Prabowo Perintahkan Mentan: Prioritaskan Misi Kemanusiaan

Oktaviani Sindy • Rabu, 30 April 2025 | 15:10 WIB
Indonesia siap ekspor beras sebagai wujud swasembada dan misi kemanusiaan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.
Indonesia siap ekspor beras sebagai wujud swasembada dan misi kemanusiaan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.

Jawa Pos Radar Lawu – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia siap mengekspor beras ke sejumlah negara sahabat. Langkah ini diambil setelah produksi beras nasional melonjak drastis, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Stok beras di gudang Perum Bulog kini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan proyeksi 4 juta ton dalam 15 hari ke depan.

Mentan Amran mengungkapkan, serapan beras Bulog telah mencapai 1,3 juta ton hanya dalam bulan April 2025.

"Ini belum pernah terjadi dalam sejarah. Presiden telah memerintahkan pembangunan gudang-gudang sementara untuk menampung produksi beras dan jagung yang melimpah," ujarnya, Selasa (29/4/2025).

Selain beras, surplus juga terjadi pada jagung, ubi kayu, serta telur dan daging ayam.

Namun, serapan jagung belum optimal karena kapasitas gudang yang terbatas, menyebabkan harga jagung anjlok di tingkat petani, yakni hanya Rp3.700–Rp3.800 per kilogram, jauh di bawah HPP Rp5.500 per kilogram.

Mentan  juga menegaskan, ekspor adalah solusi untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung kesejahteraan petani.

"Kita akan memberikan akses pasar yang luas bagi beras petani kita. Fokus utama tetap pada kecukupan pangan dalam negeri, dan Alhamdulillah swasembada beras sudah di depan mata," tambahnya.

Presiden Prabowo dalam pernyataannya mendukung penuh ekspor ini, terutama sebagai bagian dari misi kemanusiaan.

"Kita buktikan bahwa bangsa Indonesia sekarang adalah bangsa yang bisa membantu dan memberi kepada bangsa lain, bukan bangsa yang minta-minta," tegasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional Januari–Mei 2025 diproyeksikan mencapai 16,62 juta ton, naik 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan produksi melimpah, ekspor beras diyakini akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global sekaligus menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Bahkan, pemerintah juga mencatatkan nilai ekspor pertanian tahunan sebesar Rp500–600 triliun, didominasi oleh CPO, kopi, kelapa, karet, dan kakao.

Langkah terbaru ini sebagai simbol Indonesia tak hanya menjadi swasembada pangan, tetapi juga negara pengekspor yang kuat di kawasan. (okta)

 

Editor : Riana M.
#pasar global #ekspor beras #swasembada pangan #mentan