Jawa Pos Radar Lawu - JAWA Motor mungkin kurang populer di Indonesia, namun di dunia otomotif klasik, merek asal Ceko ini memiliki tempat istimewa.
Berdiri sejak hampir satu abad lalu, JAWA dikenal sebagai pelopor motor-motor tangguh dan inovatif di zamannya.
Tidak hanya menawarkan desain retro yang ikonik, JAWA juga menyimpan banyak cerita menarik yang jarang diketahui publik.
Berikut tujuh fakta unik tentang JAWA Motor yang mungkin belum banyak orang tahu.
1. Nama JAWA Diambil dari Dua Perusahaan
Nama "JAWA" merupakan gabungan dari dua nama: Janecek (pendiri perusahaan, Frantisek Janecek) dan Wanderer, perusahaan asal Jerman yang divisinya diakuisisi oleh Janecek pada 1929.
Gabungan nama ini menciptakan merek JAWA, yang kelak menjadi legenda di dunia sepeda motor.
2. Sempat Menjadi Motor Paling Populer di Eropa Timur
Pada era 1950-an hingga 1970-an, JAWA Motor begitu populer di kawasan Eropa Timur.
Bahkan, di beberapa negara seperti Rusia, Polandia, dan India, motor JAWA menjadi simbol mobilitas rakyat karena ketangguhannya dan harga yang relatif terjangkau.
3. Ikut Meramaikan Dunia Balap Internasional
JAWA bukan hanya andal di jalanan, tetapi juga pernah berkiprah di dunia balap internasional.
Pada dekade 1950-an dan 1960-an, JAWA aktif di kejuaraan balap motor dunia, khususnya di kelas motor dua tak, dan sempat mendominasi balapan speedway di Eropa.
4. Produksi Massal di India Lewat Kolaborasi dengan Ideal Jawa
Di luar Eropa, India menjadi salah satu pasar terpenting bagi JAWA.
Pada tahun 1960-an, JAWA bermitra dengan Ideal Jawa India Ltd. untuk memproduksi motor JAWA secara lokal.
Model-model seperti Yezdi dan Jawa 250 menjadi sangat populer di India hingga hari ini.
5. Desain Klasik yang Dipertahankan Selama Hampir 90 Tahun
Meski zaman berubah, JAWA tetap mempertahankan garis desain klasiknya.
Bahkan model modern seperti JAWA 350 OHC dan JAWA Perak masih membawa aura retro yang kental, lengkap dengan tangki bulat, jok klasik, dan garis bodi minimalis, sambil dibekali teknologi modern seperti ABS dan EFI.
6. Mesin Modern Dibantu Oleh Shineray dari China
Dalam upaya menghidupkan kembali brand JAWA di era modern, beberapa komponen mesin baru dikembangkan dengan bantuan Shineray, produsen otomotif asal China.
Misalnya, mesin pada JAWA 350 2017 memiliki basis teknis dari pengembangan Shineray, namun tetap dikemas dengan karakter JAWA yang khas.
7. Standar Emisi Modern, Tetap Bertahan di Dunia Motor Klasik
Salah satu prestasi JAWA Motor modern adalah mampu menyesuaikan diri dengan regulasi emisi ketat di Eropa.
Model seperti JAWA 350 sudah lolos standar Euro 4, membuktikan bahwa motor klasik pun bisa ramah lingkungan tanpa mengorbankan gaya retro-nya.
Meski popularitasnya tak sebesar Royal Enfield atau merek-merek Jepang di Indonesia, JAWA Motor tetap memiliki tempat spesial di hati para pecinta otomotif klasik dunia.
Dengan sejarah panjang, desain ikonik, dan adaptasi teknologi modern, JAWA membuktikan bahwa warisan klasik bisa tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Bagi penggemar motor retro sejati, mengenal lebih dalam tentang JAWA bukan hanya soal gaya, tetapi juga tentang menghargai sebuah perjalanan panjang yang penuh inovasi dan semangat bertahan. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid