Jawa Pos Radar Lawu - Setiap tanggal 23 April, dunia memperingati Hari Buku Sedunia, sebuah momen istimewa yang diprakarsai oleh UNESCO untuk merayakan buku sebagai simbol kekuatan literasi, pendidikan, dan dialog antarbudaya.
Tahun 2025 ini, Hari Buku kembali menjadi pengingat betapa pentingnya membaca dalam membangun masyarakat yang cerdas, terbuka, dan beradab.
Hari Buku bukan hanya selebrasi untuk para penulis dan penerbit, tetapi juga bagi para pembaca mereka yang menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dan teman dalam kesunyian.
Buku telah menjadi bagian penting dari peradaban manusia sejak dahulu kala, dari lembaran kuno di perpustakaan Alexandria hingga novel-novel digital yang kini mudah diakses melalui gawai.
Tema Hari Buku Sedunia 2025 mengusung semangat "Read to Rise: “Membaca untuk Tumbuh", yang mengajak masyarakat dari segala usia untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan sosial.
Di era digital ini, ketika perhatian mudah teralihkan oleh media sosial, membaca buku tetap menjadi aktivitas yang memiliki nilai mendalam dan membentuk karakter.
Berbagai kegiatan digelar di banyak daerah untuk menyemarakkan peringatan ini. Mulai dari pameran buku, diskusi literasi, peluncuran karya baru, hingga gerakan donasi buku untuk pelosok negeri.
Tak sedikit juga sekolah dan komunitas membaca yang mengadakan lomba resensi, bedah buku, dan kegiatan membaca bersama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi.
Bagi generasi muda, Hari Buku menjadi pengingat bahwa membaca bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga kebutuhan hidup.
Buku memberikan kesempatan untuk memahami dunia dari berbagai sudut pandang, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan empati dan imajinasi.
Merayakan Hari Buku juga bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menyisihkan waktu 30 menit setiap hari untuk membaca, membeli buku dari penulis lokal, atau berbagi rekomendasi bacaan ke orang-orang terdekat.
Bahkan dengan memulai kebiasaan membaca satu halaman setiap hari, kita sudah turut berpartisipasi dalam gerakan literasi global.
Mari rayakan Hari Buku Sedunia 2025 dengan semangat membaca yang tak pernah padam. Karena di balik setiap halaman buku, tersimpan kekuatan untuk mengubah cara pandang, membuka wawasan, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik. (Win)
Editor : Riana M.