Jawa Pos Radar Lawu - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada 6 Januari 2025 membuka peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah fantastis.
Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN) per 15 April 2025, potensi tenaga kerja yang dapat diserap mencapai 1,5 juta orang. Ini sejalan dengan target pembentukan 30.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Rincian Tenaga Kerja per SPPG
Setiap SPPG membutuhkan sekitar 50 orang tenaga kerja, yang terdiri dari 4 7 tenaga operasional dapur, 1 kepala SPPG, 1 ahli gizi dan 1 akuntan.
Pendirian ribuan SPPG ini akan membuka peluang kerja masif di berbagai daerah, dengan komposisi tenaga profesional dan operasional yang merata.
Strategi Pemerintah Menyerap Tenaga Kerja
Untuk memastikan kelancaran program MBG, strateginya antara lain:
Memfungsikan balai pelatihan kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan sebagai pusat edukasi tenaga kerja SPPG.
Membuka program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) khusus MBG, dengan jumlah peserta mencapai 32.000 orang.
Mempercepat proses pendirian SPPG di berbagai daerah.
Memberikan jaminan sosial bagi pekerja MBG sebagai bentuk insentif dan perlindungan.
Capaian Program MBG Sejauh Ini
Hingga 15 April 2025, capaian program MBG cukup progresif.
Jumlah SPPG tembus 1.072 unit dengan lebih dari 3 juta penerima manfaat serta lebih dari 50 ribu tenaga kerja terserap.
Secara ekonomi, program MBG dapat menciptakan lapangan kerja langsung yang bekerja di SPPG. (fin)