Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Getarannya Terasa ke Tulang! Sensasi Mengendarai Royal Enfield Classic 500 Milik Ridwan Kamil

Tegar Rukmana • Jumat, 18 April 2025 | 18:05 WIB

Tim TMCBlog saat mencoba unit Royal Enfield Classic 500 dalam ajang Kustomfest 2017.
Tim TMCBlog saat mencoba unit Royal Enfield Classic 500 dalam ajang Kustomfest 2017.

Jawa Pos Radar Lawu - Motor klasik Royal Enfield Classic 500 kembali menjadi sorotan setelah disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengusutan dugaan korupsi Bank BJB yang menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Di balik kasus yang ramai diperbincangkan publik, motor bergaya retro ini menyimpan sejumlah fakta menarik dari sisi teknis dan pengalaman berkendara.

Mengutip ulasan TMCBlog saat mencoba unit Royal Enfield Classic 500 dalam ajang Kustomfest 2017, motor ini disebut memberikan kesan berkendara yang benar-benar berbeda dari motor-motor modern.

Baca Juga: Berikan Kenyamanan Mewah saat Berkendara, Berikut 7 Rekomendasi Pengharum Mobil dari Berbagai Merek

Salah satu ciri khasnya adalah getaran mesin yang luar biasa kuat hingga terasa menyebar ke seluruh tubuh pengendara—karakter yang justru disengaja oleh pabrikan untuk meniru sensasi motor-motor klasik tempo dulu.

Ditenagai mesin satu silinder berkapasitas 499 cc dengan konfigurasi bore 84 mm dan stroke 90 mm, Royal Enfield Classic 500 mampu menghasilkan tenaga 27,2 bhp di 5.250 rpm dan torsi besar 41,3 Nm pada putaran rendah 4.000 rpm.

Baca Juga: 6 Cara Merawat Motor agar Tetap Awet meski Dipakai Setiap Hari, Tukang Ojek Wajib Baca!

Meskipun kompresinya hanya 8,5:1, performanya tetap terasa bertenaga, terutama pada putaran bawah, membuat motor ini tetap kuat meski hanya bertahan di gigi tiga saat melintasi perbukitan.

Impresi lainnya datang dari sisi transmisi 5 percepatan yang punya karakter berat dan panjang napas mesinnya.

Baca Juga: The Midnight Confession Effect: Kenapa Obrolan Paling Jujur Sering Terjadi Setelah Jam 12 Malam?

Meskipun top speed-nya diklaim mencapai 120 km/jam, tester TMCBlog hanya mampu meraih 115 km/jam karena keterbatasan jalur.

Suara knalpot yang dinilai terlalu “halus” bahkan sempat menjadi catatan, karena kurang memberikan kesan garang sebagaimana Harley-Davidson.

Baca Juga: Buying Guide 6 Parfum Lokal Regazza, Wangi Mewah yang Dikemas dengan Harga Tak Sampai Rp 50 ribu, Simak Rekomendasinya

Untuk suspensi, RE Classic 500 masih menggunakan fork teleskopik depan 35 mm dan sokbreker belakang dengan tabung oli.

Kombinasi ini menghasilkan redaman yang nyaman, bahkan saat melewati jalur cone-block dan aspal retak di kawasan Parangtritis.

Roda depan berdiameter 19 inci dengan ban 90/90 dan belakang 18 inci berban 110/80 dari MRF India membantu menyerap guncangan dengan baik.

Baca Juga: Lima Ide Lomba Hari Kartini 2025, Cocok untuk SD hingga SMA dan Bikin Sekolah Makin Seru!

Sistem pengeremannya juga patut diacungi jempol, dengan cakram depan kaliper ganda Bybre yang mampu menahan laju motor berat ini secara efektif.

Dari segi ergonomi, riding position-nya dibuat santai dan klasik, dengan jok tunggal berpegas tebal.

Postur ini sangat mendukung pengendaraan jarak jauh, walau pengendara dengan tinggi di bawah 170 cm mungkin akan sedikit kesulitan menopang motor saat berhenti.

Dengan karakteristik seperti ini, tidak heran jika Classic 500 menjadi incaran para penyuka motor retro, termasuk Ridwan Kamil dan bahkan Gibran Rakabuming Raka, yang juga sempat memodifikasi unit Classic 500 miliknya menjadi bergaya bobber di tangan Katros Garage. (gar/kid)

Editor : Nur Wachid
#motor klasik #royal enfield #ridwan kamil #Royal Enfield Classic 500