LUMAJANG, Jawa Pos Radar Lawu – Pemkab Lumajang akan membeli Honda PCX untuk menunjang pelayanan publik di tingkat desa.
Sebanyak 198 kepala desa bakal menerima sepeda motor Honda PCX tahun ini.
Kebijakan itu diklaim sebagai upaya pemerintah dalam memperlancar mobilitas dan mendukung kinerja perangkat desa.
Dikutip dari laman resmi Astra Honda Motor, harga Honda PCX 2025 dibanderol sekitar Rp 34,3 juta per unit.
Jika dikalikan dengan jumlah 198 kepala desa, maka estimasi anggaran untuk pengadaan ini menyentuh angka Rp 6,79 miliar.
Meski tampak besar, Pemkab Lumajang memastikan bahwa kebijakan ini tidak membebani keuangan daerah karena bersumber dari efisiensi anggaran yang ada.
Spesifikasi Mesin Honda PCX 2025
Honda PCX 2025 hadir dengan spesifikasi yang cocok untuk menunjang aktivitas intensif kepala desa.
Motor ini dibekali mesin 156,9 cc eSP+ 4 langkah SOHC, menghasilkan tenaga maksimum 11,8 kW pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,7 Nm di 6.500 rpm.
Teknologi PGM-FI sebagai sistem suplai bahan bakar menjadikan motor ini efisien dan ramah lingkungan.
Kombinasi transmisi V-Matic dan sistem pendingin cairan memastikan performa tetap stabil, bahkan di jalur yang menantang.
Fitur Canggih yang Siap Dipakai Kades di Lapangan
Selain sektor mesin, fitur-fitur pada PCX juga membuatnya layak dijadikan kendaraan operasional resmi. Berikut beberapa fitur unggulan Honda PCX 2025:
- Sistem pengereman cakram depan-belakang dengan pilihan CBS atau ABS, tergantung variannya
- Suspensi belakang RoadSync dengan tabung tambahan untuk kenyamanan lebih di jalan rusak
- USB charger 5V 3A di kompartemen depan, memudahkan kepala desa mengisi daya gawai saat dinas keliling
Dimensi dan Desain Ergonomis
PCX dirancang dengan kenyamanan sebagai fokus utama. Dengan berat berkisar 132–133 kg dan tinggi jok 764 mm, motor ini tetap stabil dan nyaman dikendarai.
Tangki bahan bakarnya yang cukup besar, yakni 8,1 liter, membuat pengendara tak perlu sering-sering mengisi ulang, cocok untuk mobilitas tinggi di desa. (radar jember/cor)
Editor : Andi Chorniawan