Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kapan Musim Kemarau 2025? Sudah Waktunya tapi Masih Hujan Terus, Ini Prediksi dan Penjelasan BMKG

Nur Wachid • Senin, 14 April 2025 | 18:56 WIB
Prediksi musim kemarau 2025.
Prediksi musim kemarau 2025.

Jawa Pos Radar Lawu – Memasuki pertengahan April, sebagian masyarakat Indonesia mulai bertanya-tanya: kapan musim kemarau 2025 akan dimulai?

Pasalnya, meski menurut siklus tahunan saat ini seharusnya sudah memasuki awal kemarau, namun hujan masih terus mengguyur banyak wilayah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait cuaca yang masih basah di sejumlah daerah.

Dalam prakiraan cuaca yang disampaikan melalui kanal resmi YouTube BMKG pada Senin (14/4/2025), banyak wilayah di Indonesia diprediksi masih akan diguyur hujan, bahkan hujan disertai petir.

Hujan Masih Merata, Termasuk di Pulau Jawa dan Kalimantan

Prakirawan BMKG, Eriska Febriati, menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi di wilayah Pulau Jawa, Kalimantan, hingga wilayah timur Indonesia.

Di Pulau Jawa, hujan ringan diperkirakan terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Hujan intensitas sedang berpotensi turun di Serang, Banten. Di wilayah Kalimantan, hujan ringan terjadi di Pontianak, Samarinda, dan Palangka Raya, sementara hujan disertai petir bisa terjadi di Banjarmasin dan Tanjung Selor.

Wilayah Timur Indonesia Juga Masih Diguyur Hujan

Wilayah timur Indonesia pun tak luput dari guyuran hujan. Hujan ringan hingga sedang diprediksi turun di Ambon, Ternate, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Sorong dan Merauke bahkan berpotensi mengalami hujan petir.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor untuk tetap waspada, mengingat hujan masih mendominasi di banyak wilayah.

Baca Juga: 4 Fakta Wasit Bulu Tangkis Cantik Asal Kudus, Farikha Sukrotun

Fenomena Peralihan Musim yang Tidak Seragam

Menurut BMKG, kondisi ini disebabkan oleh peralihan musim (pancaroba) yang tidak selalu terjadi seragam di seluruh Indonesia.

Beberapa daerah baru akan mengalami awal kemarau pada Mei hingga Juni, tergantung letak geografis dan pola angin.

“Secara umum, musim kemarau di Indonesia bagian barat memang baru mulai terbentuk.

Sementara wilayah tengah dan timur masih dipengaruhi massa udara basah dari Samudera Pasifik dan perairan Indonesia bagian timur,” kata Eriska.

BMKG juga mencatat, pengaruh badai tropis dan tekanan rendah di sekitar wilayah Asia Tenggara turut memperlambat pembentukan pola musim kemarau 2025. (kid)

 

 

Editor : Nur Wachid
#prediksi #Musim Kemarau 2025 #bmkg