Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kasus Rudapaksa Peserta PPDS Unpad di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Korban Lebih dari Satu

Andi Chorniawan • Rabu, 9 April 2025 | 20:09 WIB
Ilustrasi rudapaksa kasus yang diduga libatkan peserta PPDS Unpad.
Ilustrasi rudapaksa kasus yang diduga libatkan peserta PPDS Unpad.

BANDUNG, Jawa Pos Radar Lawu – Penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan melibatkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran terus bergulir. 

Korban dalam kasus yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ini diduga bukan hanya satu orang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima satu laporan resmi dari korban yang merupakan anak pasien.

Namun, ada korban lain yang juga melapor ke pihak rumah sakit meski belum dimintai keterangan oleh penyidik. 

"Korban yang melapor ke kita satu, anak pasien," ungkap Surawan sebagaimana diberitakan JawaPos.com, Rabu (9/4). 

"Satu lagi korban sudah melapor ke RS, tapi belum kita minta keterangannya," imbuhnya.

Surawan menyebutkan bahwa barang bukti dalam kasus ini cukup banyak dan akan dipaparkan lebih lanjut dalam konferensi pers di Mapolda Jabar. 

Pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus yang mengejutkan publik ini.

Modus Rudapaksa

Dugaan rudapaksa ini pertama kali mencuat lewat unggahan seorang dokter gigi bernama drg. Mirza di Instagram. 

Ia membeberkan kronologi lengkap tindak asusila yang menimpa seorang perempuan, yang merupakan anak dari pasien pria di ICU RSHS.

Pelaku yang diduga merupakan PPDS menawarkan bantuan donor darah kepada korban dengan dalih mempercepat proses transfusi untuk ayahnya.

Korban kemudian dibawa ke lantai 7 Gedung MCHC, gedung baru yang masih belum beroperasi secara penuh.

Di lokasi itu, korban diminta mengenakan baju pasien dan dipasangi infus.

Karena tidak memahami prosedur medis, korban menurut tanpa curiga. 

Namun, pelaku diduga menyuntikkan midazolam–obat penenang yang umum digunakan dalam tindakan medis–hingga korban tak sadarkan diri.

Dalam kondisi setengah sadar, korban menjadi korban rudapaksa. Pelaku diduga baru meninggalkan lokasi setelah korban mulai siuman sekitar pukul 4 pagi.

Hasil Visum: Ada Jejak Sperma 

Setelah peristiwa tersebut, korban mengeluhkan nyeri di bekas infus dan di area kemaluan.

Dia kemudian menjalani pemeriksaan visum oleh dokter spesialis kandungan (SpOG), yang hasilnya menunjukkan adanya jejak sperma.

Tidak hanya itu, ceceran sperma juga ditemukan di lantai lokasi kejadian di lantai 7 Gedung MCHC. 

Temuan ini menguatkan dugaan rudapaksa yang dilakukan dalam lingkup rumah sakit oleh oknum tenaga medis.

Polisi Dalami Motif dan Profil Pelaku

Polda Jawa Barat menjamin akan menindaklanjuti kasus dengan serius dan meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait untuk melapor.

Proses hukum terhadap pelaku yang diduga berusia 31 tahun berinisial PAP, akan dilakukan secara transparan. (JawaPos.com/cor)

Editor : Andi Chorniawan
#Rudapaksa #RSHS Bandung #ppds #korban