Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Netanyahu Tunjuk Eli Sharvit Sebagai Kepala Shin Bet, Pengganti Ronen Bar Masih Kontroversial

Oktaviani Sindy • Selasa, 1 April 2025 | 16:57 WIB

Netanyahu tunjuk Eli Sharvit sebagai kepala Shin Bet meski pemecatan Ronen Bar masih dalam sengketa hukum, memicu kontroversi politik di Israel.
Netanyahu tunjuk Eli Sharvit sebagai kepala Shin Bet meski pemecatan Ronen Bar masih dalam sengketa hukum, memicu kontroversi politik di Israel.

Jawa Pos Radar Lawu - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan penunjukan mantan komandan angkatan laut Israel, Wakil Laksamana Eli Sharvit, sebagai kepala baru Shin Bet (ISA). 

Keputusan ini diambil meski pemecatan kepala badan keamanan saat ini, Ronen Bar, masih dalam proses hukum dan telah dibekukan oleh Mahkamah Agung Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Al-Arabiya, kantor Netanyahu menyampaikan bahwa Sharvit dipilih setelah proses seleksi ketat yang melibatkan wawancara dengan tujuh kandidat terbaik. 

“Setelah melakukan wawancara mendalam dengan tujuh kandidat yang layak, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan untuk menunjuk mantan komandan angkatan laut Israel, Wakil Laksamana Eli Sharvit sebagai direktur ISA (Shin Bet) berikutnya,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Diketahui, Sharvit sendiri memiliki pengalaman militer selama 36 tahun, termasuk lima tahun sebagai komandan angkatan laut.

Ia dikenal sebagai sosok yang memimpin penguatan pertahanan maritim Israel, serta melakukan operasi kompleks terhadap Hamas, Hizbullah, dan Iran. 

“Dalam posisi itu, ia memimpin pembangunan kekuatan pertahanan maritim di perairan teritorial dan melakukan operasi kompleks melawan Hamas, Hizbullah, dan Iran,” tambah pernyataan tersebut.

Meski Netanyahu telah mengumumkan keputusan ini, belum jelas kapan Sharvit akan resmi menjabat, mengingat pemecatan Ronen Bar masih dalam sengketa hukum. 

Bahkan, Mahkamah Agung Israel telah menangguhkan keputusan Netanyahu untuk memecat Bar hingga banding dapat diajukan pada 8 April 2025.

Pemecatan Bar sendiri diumumkan pada 21 Maret 2025 dengan alasan kurangnya kepercayaan dari Netanyahu terhadapnya. 

“Pada saat kritis seperti ini, perdana menteri harus memiliki kepercayaan penuh pada pimpinan Shin Bet.

Sayangnya, itu tidak terjadi, saya semakin tidak percaya padanya dari waktu ke waktu,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya.

Namun, langkah ini mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk oposisi dan organisasi non-pemerintah yang mengajukan petisi ke Mahkamah Agung. 

Jaksa Agung Israel, Gali Baharav-Miara, juga telah memperingatkan bahwa Netanyahu tidak boleh mencari pengganti Bar sebelum keputusan hukum final dibuat. 

Menurutnya, bahkan langkah-langkah ini hanya akan memicu konflik baru. (okta)

Editor : Riana M.
#proses seleksi #presiden israel #netanyahu