Jawa Pos Radar Lawu – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperingatkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, setelah kabar bahwa Ukraina berusaha menarik diri dari kesepakatan terkait logam tanah jarang.
Trump menegaskan bahwa jika kesepakatan batal, Zelensky akan menghadapi "masalah yang sangat besar."
Menurut laporan The Guardian, Gedung Putih mengajukan permintaan bagian dari pendapatan mineral Ukraina sebagai imbalan atas bantuan militer.
Dimana, proposal ini mendapat tanggapan hati-hati dari Zelensky, yang disebut terbuka untuk kesepakatan tetapi menolak beberapa ketentuannya.
Pada pertemuan Konferensi Keamanan Munich, 14 Februari lalu, Zelensky menolak menandatangani perjanjian yang akan memberikan 50 persen cadangan logam tanah jarang Ukraina kepada AS.
"Tim kami akan terus mengerjakan dokumen tersebut," tulis Zelensky di X, menegaskan keinginannya untuk mencapai solusi yang adil.
Di sisi lain, pemerintahan Trump terus mendorong agar perjanjian segera disepakati.
"Kami ingin membuat kesepakatan dengan Ukraina yang akan mengamankan apa yang telah kami berikan kepada mereka," kata Trump pada (3/2) di Gedung Putih.
Akibat dari delegasi Ukraina dalam pertemuan di Munich menyerahkan versi revisi kesepakatan, dengan harapan menarik investasi AS di sektor mineral strategis.
Namun, masih ada kendala yang perlu diselesaikan, menurut sumber yang dikutip oleh Reuters.
Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, menyatakan bahwa kesepakatan ini akan "menghubungkan ekonomi Ukraina dengan AS dan memastikan bahwa pembayar pajak AS menerima hasil atas uang yang telah mereka investasikan."
Namun, saat bertemu dengan senator AS di Munich, Zelensky menyampaikan keprihatinannya terhadap proposal yang dianggap terlalu berpihak pada AS.
"Saya rasa dia tidak suka diberi sesuatu yang hanya bisa diterima atau ditolak," kata seorang sumber kepada Reuters.
Kini, Zelensky dikabarkan mengajukan usulan kesepakatannya sendiri yang lebih sesuai dengan konstitusi Ukraina.
Selain membahas kesepakatan mineral, Zelensky juga bertemu dengan delegasi DPR AS yang dipimpin oleh Michael Turner untuk membahas situasi perang dan ancaman dari Korea Utara.
Tak senggan ia menegaskan perlunya “jaminan keamanan yang nyata” bagi Ukraina serta upaya bersama untuk mencapai perdamaian yang langgeng.
Ketegangan terkait kesepakatan mineral ini mencerminkan dinamika kompleks hubungan AS-Ukraina, dengan kedua belah pihak berusaha menegosiasikan perjanjian yang menguntungkan tanpa mengorbankan kepentingan nasional masing-masing. (okta)
Editor : Riana M.