PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Tragedi berdarah menyambut momen mudik Lebaran terjadi di Dusun Toyomerto, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Ponorogo.
Dua perempuan kakak beradik, Sutiyem (40) dan Nyomir (50), ditemukan bersimbah darah usai dibacok oleh Sugito (47), yang tak lain adalah mantan suami Sutiyem sendiri.
Pelaku yang sempat kabur usai melakukan aksinya, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Ponorogo pada Jumat malam (28/3/2025).
Dalam pemeriksaan, Sugito mengaku nekat membacok mantan istrinya karena emosi diusir saat hendak bermalam di rumah.
“Korban merasa keduanya sudah cerai sah, jadi pelaku diusir. Tapi pelaku belum sepenuhnya menerima perceraian itu,” jelas Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto.
Didorong amarah, Sugito berlari ke belakang rumah mengambil celurit.
Tanpa pikir panjang, pria asal Surabaya itu langsung menyabetkan senjata tajam ke kepala, lengan, dan punggung mantan istrinya.
Saat kakak korban, Nyomir, berusaha melerai, ia pun ikut menjadi sasaran.
“Nyomir alami luka bacok di kepala, tangan, dan pinggang,” lanjut Rudy.
Diketahui, pasangan ini resmi bercerai dua bulan lalu.
Baca Juga: Sugito Serahkan Diri Usai Bacok Mantan Istri dan Kakaknya di Ponorogo, Ini Motifnya
Keduanya sempat merantau, Sutiyem ke Manado menjadi baby sitter dan Sugito ke Surabaya membuka usaha nasi goreng.
Tanpa janjian, keduanya pulang ke Ponorogo menjelang Lebaran.
“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan. Ancaman hukumannya delapan tahun penjara,” tegas Rudy.
Pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Ponorogo, sementara korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono. (gen/kid)