Jawa Pos Radar Lawu - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akhirnya angkat suara terkait viralnya keluhan di media sosial soal gaji staf Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum dibayarkan selama tiga bulan.
Ia menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa keterlambatan itu disebabkan oleh kendala teknis, bukan karena ketiadaan dana.
Ia pun menjamin bahwa gaji ribuan staf program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan cair sebelum Lebaran 2025.
“Kami mohon maaf. Memang uangnya ada, tapi uang negara tidak bisa digunakan semaunya seperti uang pribadi,” ujar Dadan saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Sabtu (22/3/2025).
Dadan menjelaskan, penyebab keterlambatan ini adalah status Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bekerja sebagai staf SPPG belum tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal itu membuat dana yang tersedia di APBN belum bisa langsung digunakan untuk menggaji mereka.
Sebagai solusinya, BGN akan menggunakan anggaran "jasa lainnya" dengan skema pembayaran kolektif melalui sistem supplier 6.
Dalam skema ini, para staf akan diperlakukan seperti konsultan eksternal.
“Semua penerima dalam satu daftar, bukan satu-satu. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) akan langsung mentransfer ke rekening masing-masing,” terang Dadan, Minggu (23/3/2025).
Jika proses pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) berjalan lancar pada Senin, maka diperkirakan gaji akan masuk ke rekening staf SPPG paling lambat Rabu.
Meski demikian, Dadan tak menutup kemungkinan adanya sedikit hambatan jika total anggaran yang harus dibayarkan melebihi Rp 1 triliun.
Dalam kasus seperti ini, BGN akan mengajukan dispensasi ke KPPN dan kantor pusat.
Viral di Media Sosial
Isu gaji yang nunggak ini awalnya mencuat setelah akun X @ursweetbbyyyy mengunggah keluhan atas keterlambatan pembayaran gaji selama tiga bulan kepada staf SPPG se-Indonesia.
"Seperti target yang kami dengar, 5.000 dapur dalam tahun 2025, bisakah gaji kami staf SPPG se-Indonesia yang sudah running sejak Januari dan Februari ini bisa dibayarkan terlebih dahulu, Bapak?" tulis akun tersebut.
Unggahan itu pun viral dan ramai diperbincangkan warganet.
Dadan mengaku memahami keresahan para staf dan menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Saya pastikan minggu depan sudah mulai dibayar. Ini hanya soal proses administrasi dan kepatuhan pada aturan keuangan negara,” pungkasnya. (kid)
Editor : Nur Wachid