Jawa Pos Radar Lawu - Pada H-10 Lebaran 2025, Jumat 21 Maret, sebanyak 157.909 kendaraan meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).
Angka ini dihitung dari arus lalu lintas di beberapa gerbang tol utama.
1. GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa): 34.726 kendaraan, naik 10,64%.
2. GT Kalikangkung (menuju Semarang): 17.640 kendaraan, naik 4,05%.
3. GT Banyumanik (menuju Solo): 24.743 kendaraan, naik 1,13%.
4. GT Warugunung (menuju Surabaya): 20.271 kendaraan, naik 5,72%.
5. GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa): 34.726 kendaraan, naik 10,64%.
6. GT Kalikangkung (menuju Semarang): 17.640 kendaraan, naik 4,05%.
7. GT Banyumanik (menuju Solo): 24.743 kendaraan, naik 1,13%.
8. GT Warugunung (menuju Surabaya): 20.271 kendaraan, naik 5,72%.
Pada H-10 Lebaran, lalu lintas di sejumlah gerbang tol Trans Jawa mengalami peningkatan.
Di Jawa Barat, sebanyak 34.726 kendaraan melintas menuju timur melalui GT Cikampek Utama, meningkat 10,64% dibandingkan hari biasa.
Sementara itu, 29.892 kendaraan datang dari arah timur, naik 7,99% dari kondisi normal.
Di Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat 17.640 kendaraan masuk menuju Semarang, naik 4,05%.
Sebanyak 14.658 kendaraan meninggalkan kota tersebut, meningkat 6,89%.
GT Banyumanik juga mencatat lonjakan kendaraan menuju Solo sebanyak 24.743 unit atau naik 1,13%.
Selain itu, arus kendaraan menuju Jakarta mencapai 17.767 unit, meningkat 6% dari biasanya.
Di Jawa Timur, lalu lintas menuju Surabaya melalui GT Warugunung mencapai 20.271 kendaraan, naik 5,72%.
Sementara itu, arus kendaraan menuju Jakarta mencapai 20.103 unit, naik 4,23%.
Pergerakan kendaraan menuju Malang tercatat sebanyak 22.573 unit, mengalami sedikit penurunan 1,77%.
Sebaliknya, arus kendaraan ke Surabaya meningkat 4,45% dengan total 23.436 kendaraan.
Jumlah kendaraan yang masuk ke Malang mencapai 13.719 unit, naik 2,22%.
Kendaraan yang menuju Surabaya bertambah 8,80% dengan total 12.151 kendaraan.
Pada H-10 Lebaran, lalu lintas di sejumlah gerbang tol Trans Jawa mengalami peningkatan.
Pemerintah menyiapkan sistem satu arah (one way) di beberapa ruas jalan tol untuk mengurangi kepadatan. (fin)
Editor : AA Arsyadani