Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Rumor Rp 2,5 Juta Minta Rp 20 Juta per Hari, Narasi Setoran Judi Sabung Ayam Way Kanan, Pengalihan Isu Penembakan 3 Polisi?

Nur Wachid • Minggu, 23 Maret 2025 | 01:15 WIB
Foto ilustrasi uang rupiah - Dugaan setoran uang di kasus judi sabung ayam di Lampung.
Foto ilustrasi uang rupiah - Dugaan setoran uang di kasus judi sabung ayam di Lampung.

WAY KANAN, Jawa Pos Radar Lawu – Insiden penembakan 3 polisi di Way Kanan, Lampung menjadi keprihatinan publik terhadap rumitnya hukum, terlebih diduga keterlibatan oknum TNI, Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah.

Kasus semakin pelik setelah muncul narasi dugaan adanya setoran uang antara aparat kepolisian dan oknum TNI dalam praktik judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung, kembali memanas.

Narasi tentang setoran harian yang mencapai Rp 20 juta viral di media sosial usai tragedi penembakan tiga anggota polisi saat melakukan penggerebekan.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin, 17 Maret 2025, ketika 17 personel Polres Way Kanan melakukan penggerebekan arena sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin.

Saat tiba pukul 16.50 WIB, mereka justru diberondong tembakan oleh orang tak dikenal.

Tiga anggota polisi tewas dalam insiden tersebut: Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripka M. Ghalib Surya Ganta.

Diduga, pelaku penembakan adalah dua oknum TNI yakni Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah yang kini telah menyerahkan diri.

Keduanya berstatus sebagai saksi dalam penyelidikan yang dilakukan oleh TNI dan Polri.

Di tengah penyelidikan, sebuah video dari akun TikTok @satr1a6_ menjadi viral.

Baca Juga: Pengakuan Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah dalam Insiden Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, Ini Penjelasan Polda Lampung dan Pangdam II Sriwijaya

Video tersebut menyebutkan adanya setoran harian Rp 2,5 juta dari arena sabung ayam yang diterima oleh Polsek Negara Batin.

Nilai itu disebut terdiri dari Rp 1 juta setoran inti dan sisanya untuk bensin serta operasional.

Namun yang mengejutkan, dalam narasi video itu disebut bahwa kemudian ada permintaan kenaikan setoran menjadi Rp 20 juta per hari, yang diduga menjadi pemicu perselisihan internal antar aparat.

Menanggapi hal ini, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan, termasuk terkait dugaan adanya "komitmen setoran" antara Polsek dan Koramil.

“Keterangan sementara dari saksi menyatakan memang ada ikatan komitmen itu, setoran gitu,” kata Eko di Makodam II/Sriwijaya, Kamis (20/3/2025).

Ia juga menyinggung adanya pembagian uang di antara oknum aparat yang disebut dalam keterangan saksi.

“Sabung ayam ada duit, ya dibagi siapa? Ya orang-orang situ lah. Kita bukan bodoh-bodoh amat. Duit ada bagi, ya. Setoran ada? Ya, udah,” tegasnya.

Meski begitu, Eko menegaskan bahwa nominal uangnya masih dalam proses penyelidikan.

Ia juga tak menampik kemungkinan keterlibatan antara jajaran Polsek dan Koramil dalam aliran uang haram dari praktik judi sabung ayam tersebut.

“Yang jelas mitranya Polsek. Koramil hubungan dengan Polsek, ada uang di wilayah mereka dibagi. Itu keterangan saksi, ya,” katanya.

Saat ini, baik TNI maupun Polri terus mendalami keterangan para saksi dan bukti-bukti untuk menelusuri alur dugaan setoran tersebut.

Publik kini menanti, apakah narasi viral di media sosial benar adanya atau sekadar pengalihan isu dari tragedi berdarah yang menewaskan tiga aparat negara. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#polisi #update #Penembakan 3 polisi #tni #Lusiyanto #Kopka Basarsyah #judi sabung ayam #setoran #way kanan #Kapolsek Negara Batin #Peltu lubis