LUMAJANG, Jawa Pos Radar Madiun – Wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini memiliki tarif baru.
Perubahan ini terjadi setelah adanya penggabungan tiket wisata Grojogan Sewu dan Tumpak Sewu, yang sebelumnya sempat berkonflik.
Kini, nama Grojogan Sewu sudah dihapus dan seluruh kawasan air terjun di aliran Sungai Glidik ini resmi menggunakan satu nama: Tumpak Sewu.
Tarif Wisata Tumpak Sewu Terbaru
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengungkapkan bahwa tarif wisatawan lokal telah disesuaikan menjadi Rp 20 ribu per orang.
"Hasil rapat kami, untuk lokal ada penyesuaian tarif menjadi Rp 20 ribu per orang," jelas Yuli, Sabtu (15/3/2025).
Sebelumnya, Bupati Lumajang Indah Amperawati sempat menetapkan tarif seragam Rp 100 ribu bagi wisatawan domestik dan mancanegara setelah keputusan penggabungan tiket. Namun, kini aturan tersebut direvisi.
Dua Pintu Masuk, Tiket Berlaku di Keduanya
Secara teknis, wisatawan dapat masuk ke kawasan Tumpak Sewu melalui dua pintu masuk utama, yakni:
• Pintu masuk wisata Tumpak Sewu
• Pintu masuk eks Grojogan Sewu (yang kini berganti nama menjadi Tumpak Sewu)
Namun, wisatawan tidak perlu khawatir karena tiket tetap berlaku untuk kedua pintu masuk.
"Sekarang sudah gabung jadi satu nama, jadi dari pintu manapun harganya sama. Tiketnya tetap berlaku jika ingin masuk ke pintu lainnya," jelas Yuli.
Wisata Tumpak Sewu Dibuka Kembali Setelah Ditutup Sementara
Wisata air terjun Tumpak Sewu resmi dibuka kembali sejak Jumat (14/3/2025), setelah sebelumnya sempat ditutup akibat konflik pengelola Grojogan Sewu dan Tumpak Sewu yang viral di media sosial pada Minggu (9/3/2025).
Bupati Indah Amperawati sempat menandatangani surat penutupan sementara wisata Tumpak Sewu dan Grojogan Sewu pada 9 Maret 2025.
Langkah ini dilakukan untuk:
• Meningkatkan keamanan pengunjung
• Menata ulang sistem pengelolaan wisata
• Memastikan kepatuhan terhadap regulasi
"Pemkab Lumajang berkomitmen untuk menjadikan kawasan wisata lebih tertata, nyaman, serta bebas dari praktik pungutan liar yang dapat merugikan wisatawan maupun masyarakat sekitar," kata Indah seperti dikutip Antara.
Pemkab Lumajang juga menegaskan bahwa wisata alam di Lumajang akan dikelola lebih profesional, dengan standar tinggi demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Kami ingin memastikan bahwa wisata alam di Lumajang tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung, tetapi juga dikelola dengan standar yang baik demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat," tambahnya.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, pastikan untuk mematuhi aturan baru yang diterapkan agar pengalaman berwisata semakin nyaman dan menyenangkan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira