Jawa Pos Radar Lawu – Riefian Fajarsyah, atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di industri perfilman.
Kabar ini mencuat setelah sejumlah karangan bunga ucapan selamat berjejer di depan kantor PFN, meskipun belum ada pernyataan resmi dari PFN maupun Kementerian BUMN.
Perjalanan Karier: Dari Musisi ke Dunia Perfilman
Ifan Seventeen lahir di Yogyakarta pada 16 Maret 1983. Namanya mulai dikenal luas sebagai vokalis grup musik Seventeen, yang terbentuk pada 1999 di Yogyakarta. Ia bergabung dengan Seventeen pada 2006 setelah terpilih melalui proses audisi.
Sejak SMA, Ifan telah menggeluti dunia musik dengan mengikuti berbagai lomba menyanyi, bahkan meraih juara festival vokal terbaik antarpelajar pada 2001.
Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Ifan semakin serius menekuni dunia musik hingga akhirnya bergabung dengan Seventeen.
Namun, perjalanan kariernya sebagai musisi tidak selalu mulus. Pada 22 Desember 2018, Ifan menjadi satu-satunya anggota Seventeen yang selamat dari tragedi tsunami Selat Sunda.
Peristiwa memilukan tersebut merenggut nyawa tiga personel lainnya, Herman Sikumbang, Muhammad Awal Purbani (Bani), dan Andi Darmawan.
Bahkan istri tercintanya Dylan Sahara, yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur juga ikut meninggal dunia. Dylan dimakamkan di Ponorogo. Ifan juga kerap berkunjung ke Bumi Reog, untuk mengunjungi makam istrinya itu.
Meski sekarang sudah menikah lagi dengan Citra Monica, Ifan tak lantas abai dengan berdoa di makam Dylan.
Setelah kejadian itu, Ifan tetap melanjutkan kariernya di dunia musik dan sempat mencoba berbagai bidang lain, termasuk politik dan perfilman.
Terjun ke Dunia Perfilman
Selain dunia musik, Ifan juga memiliki pengalaman di industri perfilman. Pada 2019, ia terlibat dalam proyek film "Sukep: The Movie", yang memperkenalkan dirinya ke dunia perfilman Indonesia.
Ia juga aktif dalam beberapa proyek kreatif melalui perusahaan iVolks Creative dan D'Keys Music Studio.
Dalam kapasitasnya sebagai kreator dan pengusaha di bidang industri kreatif, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Komunikasi dan Informasi (Bakominfo) DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs).
Ifan Seventeen dan Dunia Politik
Selain dikenal sebagai musisi dan pegiat industri kreatif, Ifan juga sempat terjun ke dunia politik.
Pada Pemilu 2014, ia mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Gerindra untuk Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi tidak lolos.
Pada Pemilu 2019, Ifan kembali mencoba peruntungan politiknya dengan mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Dapil Kalimantan Barat I, namun hasilnya juga tidak membawanya ke Senayan.
Di luar politik praktis, Ifan dikenal sebagai pendukung Presiden Prabowo Subianto. Ia kerap membagikan unggahan dukungan terhadap Prabowo di media sosial, termasuk mengucapkan selamat ulang tahun dan bahkan menciptakan lagu "Pernah di Sana" bersama ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah.
Terbaru, pada awal 2025, Ifan bertemu langsung dengan Prabowo Subianto, yang saat itu telah terpilih sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia. Dalam unggahannya di Instagram, Ifan menuliskan rasa syukur bisa bernyanyi di hadapan Prabowo.
Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN Menuai Sorotan
Kementerian BUMN resmi menunjuk Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), menggantikan jajaran sebelumnya. Keputusan ini menjadi perbincangan publik, mengingat latar belakangnya lebih dikenal sebagai musisi dibanding sineas.
Namun, pengalaman Ifan di industri kreatif serta keterlibatannya dalam dunia perfilman dan industri digital dinilai dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan PFN. Penunjukannya diharapkan mampu memberikan angin segar bagi industri film Tanah Air, terutama dalam menghadapi persaingan global.
Sebagai salah satu BUMN tertua di Indonesia, PFN memiliki peran penting dalam produksi dan distribusi film nasional. Dengan kepemimpinan Ifan Seventeen, publik menantikan arah baru yang akan dibawa untuk memajukan perfilman Indonesia di era digital. (*)
Editor : Ockta Prana Lagawira