Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Ramadan: KH Hasyim Asy’ari Lakukan Tirakat Khusus saat Diminta Petunjuk Presiden Soekarno

AA Arsyadani • Jumat, 7 Maret 2025 | 20:58 WIB
KH Hasyim Asy
KH Hasyim Asy

Jawa Pos Radar Lawu – Hari ini, 7 Ramadhan 1446 H (7 Maret 2025), genap 110 tahun sejak wafatnya KH Hasyim Asy’ari pada 7 Ramadhan 1366 H (25 Juli 1947).

Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan serta penguatan nilai Islam dan kebangsaan di Indonesia.

Salah satu peran pentingnya yang patut dikenang adalah andil besarnya dalam perumusan Pancasila.

Peran KH Hasyim Asy’ari dalam Perumusan Pancasila

Pada 22 Juni 1945, terjadi perdebatan mengenai sila pertama dalam Piagam Jakarta, yang berbunyi: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya."

Rumusan ini menimbulkan perbedaan pendapat karena dinilai kurang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demi menjaga persatuan, Presiden Soekarno meminta KH Hasyim Asy’ari untuk memberikan keputusan terkait hal ini.

Tirakat KH Hasyim Asy’ari: Mencari Petunjuk Ilahi

Dikutip dari NU Online, KH Hasyim Asy’ari tidak serta-merta memberikan jawaban.

Akan tetapi, beliau memilih melakukan tirakat untuk mendapatkan petunjuk.

Tirakat ini mencerminkan kedalaman spiritual dan kebijaksanaan beliau dalam menghadapi keputusan penting.

Baca Juga: Buya Hamka Padukan Al-Quran dan Sastra dalam Tafsir Al-Azhar, Simak Pemikiran Hebat Sang Tokoh Sastra

Berikut proses tirakatnya:

Puasa selama tiga hari untuk membersihkan hati dan pikiran.

Menghatamkan Al-Qur’an serta membaca Al-Fatihah, dengan mengulang ayat Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in hingga 350.000 kali.

Salat istikharah dua rakaat, membaca Surat At-Taubah dan Al-Kahfi masing-masing 41 kali.

Membaca ayat terakhir Surat Al-Kahfi sebanyak 11 kali sebelum tidur untuk memohon petunjuk Allah.

Baca Juga: MTQ Internasional 2025 Jakarta: Menag Jelaskan Alasan Al Quran Relevan dengan Isu Lingkungan dan Kemanusiaan

Keputusan KH Hasyim Asy’ari: Pancasila Selaras dengan Islam

Setelah tirakat, KH Hasyim Asy’ari menyimpulkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa sudah sesuai dengan ajaran Islam.

Oleh karena itu, tambahan kalimat dalam Piagam Jakarta perlu dihapus agar lebih inklusif dan dapat diterima oleh semua golongan.

Beliau juga menegaskan bahwa sila-sila lain dalam Pancasila telah mencerminkan nilai-nilai Islam, seperti:

Kemanusiaan (sila kedua),

Persatuan (sila ketiga),

Musyawarah (sila keempat), dan

Keadilan sosial (sila kelima).

Baca Juga: Cerita saat Zulaikha Terbakar Hasrat: Kisah Nabi Yusuf Ini Patut Disimak bagi yang Gampang Tergoda saat Puasa Ramadan!

Warisan Kebijaksanaan KH Hasyim Asy’ari untuk Bangsa

Berkat kebijaksanaan KH Hasyim Asy’ari, Pancasila diterima sebagai dasar negara yang menyatukan seluruh elemen bangsa.

Keputusan ini mencegah perpecahan dan tetap menjadi pemersatu Indonesia hingga kini.

Tirakat dan kebijaksanaan beliau menjadi teladan bagi generasi selanjutnya dalam menjaga harmoni dan persatuan nasional. (fin)

Editor : Mizan Ahsani
#presiden soekarno #pancasila #KH Hasyim Asy'ari #Tirakat #ramadan #Cerita