Tangerang Selatan, Jawa Pos Radar Lawu – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, akibat hujan deras dan luapan Kali Serua. Sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) terdampak bencana ini, dengan empat titik banjir yang masih tergenang hingga saat ini.
Komandan Pleton (Danton) Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengungkapkan bahwa dari 11 lokasi banjir yang tersebar di Tangsel, sebagian besar sudah surut, namun masih ada empat titik yang terendam cukup parah.
"Alhamdulillah dari 11 titik, kini tinggal 4 yang belum surut. Lokasi tersebut adalah Jalan Ceger Taman Mangu, Kavling Bulak Pondok Kacang Timur, Komplek Maharta, dan Puri Bintaro Indah Jombang. Yang tertinggi ada di Maharta," ujarnya, Selasa (5/3/2025).
Banjir di Perumahan Maharta menjadi yang paling parah dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Ratusan rumah terdampak, dan banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
"Di Perumahan Maharta ada sekitar 700 rumah terdampak. Selain hujan deras, banjir ini disebabkan meluapnya Kali Serua," jelas Dian.
BPBD Tangsel bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan upaya evakuasi bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Masyarakat diimbau tetap waspada karena cuaca masih berpotensi hujan deras, yang dapat memperparah kondisi banjir di titik-titik rawan.
"Kami mengimbau warga yang masih bertahan di rumah untuk segera mengamankan barang-barang berharga dan bersiap jika sewaktu-waktu harus dievakuasi," pungkas Dian.
Tak hanya permukiman, Pasar Ceger di Tangerang Selatan juga ikut terdampak banjir, menyebabkan operasional pasar terhenti sementara. Ketinggian air mencapai 30-40 cm, merendam kios dan merusak dagangan para pedagang.
"Hujan dari pukul 22.00 WIB tidak berhenti-henti, lalu sekitar pukul 01.00 WIB air mulai masuk ke pasar. Dagangan saya seperti baju dan jilbab ikut terendam air," ujar Nia, salah seorang pedagang di Pasar Ceger.
Menurutnya, kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak ia berdagang di Pasar Ceger pada tahun 2012.
"Biasanya banjir cuma di jalannya saja, tapi kali ini masuk ke dalam pasar. Makanya, pasar ditutup sementara, kemungkinan toko saya tutup selama tiga hari," jelasnya.
Meski mengalami kerugian, Nia bersyukur karena barang dagangannya masih bisa diselamatkan."Kerugian pasti ada, tapi untungnya tidak banyak lumpur, jadi kain bisa dijemur dan dibersihkan," tambahnya. (antara/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira