Bekasi, Jawa Pos Radar Lawu – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bekasi sejak Senin malam (4/3) menyebabkan banjir di tujuh kecamatan. Ratusan rumah terendam, jalan-jalan utama lumpuh, bahkan kawasan industri ikut terdampak.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya debit air kiriman dari Bogor serta sistem drainase yang buruk di sejumlah titik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan ketinggian air bervariasi mulai dari 20 hingga 150 cm.
Beberapa daerah terdampak cukup parah, menyebabkan warga harus dievakuasi.
"Banjir merendam tujuh kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 150 cm," ujarnya di Cikarang, Selasa (5/3).
Tujuh kecamatan yang terdampak banjir meliputi Cibarusah, Serang Baru, Setu, Cikarang Utara, Cibitung, Tambun Utara, dan Bojongmangu. Hujan yang berlangsung selama berjam-jam membuat air tak kunjung surut, terutama di wilayah yang memiliki sistem drainase buruk.
Akibatnya, banyak warga terpaksa mengungsi karena air sudah masuk ke dalam rumah. Akses jalan utama pun tergenang, menyebabkan kemacetan panjang dan menghambat mobilitas warga.
"Kami masih terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan," kata Dodi.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama TNI, Polri, dan relawan kebencanaan telah menerjunkan tim untuk mengevakuasi warga, terutama di wilayah yang terdampak cukup parah seperti Tambun Utara, Serang Baru, dan Cibarusah.
"Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam cukup dalam," ungkapnya.
Beberapa warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing diimbau untuk segera mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Jika kondisi memburuk, evakuasi akan dilakukan secara bertahap.
Berdasarkan perkiraan cuaca, wilayah Bekasi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
"Bagi warga yang masih bertahan di rumah masing-masing, diimbau untuk segera mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan bersiap jika sewaktu-waktu harus dievakuasi," kata Dodi.
BPBD Kabupaten Bekasi juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki sistem drainase, memperkuat tanggul, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
"Sampai saat ini air masih tergenang di wilayah-wilayah rawan, kondisi cuaca juga masih mendung dengan potensi hujan. Tim sudah stand by di sejumlah titik membawa logistik yang dibutuhkan," pungkasnya. (antara/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira