Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Megawati Tugaskan Gubernur DKI Pramono Anung, Komunikasikan Instruksi PDIP soal Retret di Magelang dengan Kemendagri

Oktaviani Sindy • Minggu, 23 Februari 2025 | 23:55 WIB

 

Megawati tugaskan Pramono Anung jembatani komunikasi PDIP dengan Kemendagri terkait retret di Magelang.
Megawati tugaskan Pramono Anung jembatani komunikasi PDIP dengan Kemendagri terkait retret di Magelang.

Jawa Pos Radar Lawu - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menugaskan Pramono Anung untuk mewakili partai dalam berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah.

Langkah ini menyusul instruksi Megawati untuk menunda keikutsertaan para kepala dan wakil kepala daerah dari PDIP dalam kegiatan tersebut.

Instruksi itu disampaikan dalam surat resmi DPP PDIP bernomor 7294/IN/DPP/II 2025, yang diterbitkan pada (20/2), sehari sebelum retret dimulai.

Dimana, surat ini meminta seluruh kepala daerah dari PDIP untuk sementara waktu menunda kehadiran mereka di Akademi Militer Magelang.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menjelaskan bahwa Pramono ditugaskan untuk melakukan komunikasi intensif dengan Kemendagri.

“Ibu Megawati menugaskan Mas Pram untuk berkomunikasi dengan pemerintah (Kemendagri),” ujar Masinton di Magelang, Sabtu (22/2).

Menurut Masinton, sejumlah kepala daerah dari PDIP sudah bersiaga di Magelang sambil menunggu arahan lebih lanjut dari ketua umum.

“Kami akan bergabung (ke Akmil) setelah ada arahan selanjutnya,” katanya.

Tak hanya itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, juga menambahkan bahwa Pramono berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara PDIP dan pihak pemerintah.

“Komunikasi intens diwakili oleh Pak Pramono dengan pemerintah maupun penyelenggara. Sehingga komunikasi yang dilakukan Pak Pramono tentu sudah mewakili dua arah,” jelas Hasto.

Bahkan, Pramono disebut mewakili para kepala daerah asal PDIP yang sudah siap mengikuti retret, sekaligus mewakili DPP PDIP untuk menyampaikan kebijakan partai kepada pihak pemerintah dan penyelenggara.

“Ya mewakili kami-kami yang ada di sini standby untuk masuk, kemudian juga mewakili keputusan-keputusan yang ada di DPP, kemudian juga mengkomunikasikannya dengan pemerintah pusat dan penyelenggara, tentu dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri,” lanjut Hasto.

Meski tengah menunda kehadiran, sejumlah kader PDIP sudah mempersiapkan diri di Magelang.

“Semua siap lah sudah ada di sini. Kan semua sudah bawa barang-barang kan? Kopernya sudah di dalam, jadi kan sudah menunjukkan bahwa kita punya kesungguhan yang tinggi,” ungkap Hasto.

Barang-barang para kader bahkan sudah berada di area Akademi Militer sebagai tanda kesiapan mereka jika sewaktu-waktu ada arahan untuk bergabung.

Selanjutnya, Pramono Anung tiba di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (22/2) pukul 13.20 WIB.

Setibanya, ia pun enggan memberikan pernyataan terkait retret, hanya menyebut bahwa kedatangannya untuk berziarah ke makam orang tuanya di Yogyakarta.

“Mau naik mobil. Saya kan orang Jogja, bapak ibu saya dimakamkan di sini,” katanya singkat.

Hingga saat ini, semua kader PDIP masih menunggu arahan lanjutan dari Megawati.

Penundaan ini menunjukkan komitmen PDIP dalam memastikan langkah partai tetap sejalan dengan kebijakan pusat. (okta)

Editor : Riana M.
#Retret #Ketua Umum PDI Perjuangan #megawati soekarno putri #pramono anung #Surat Resmi #Akmil