Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bank Indonesia Siap Luncurkan QRIS Tap Bulan Maret 2025 Mendatang, Transaksi Bakalan Makin Mudah

Oktaviani Sindy • Jumat, 21 Februari 2025 | 18:08 WIB
Bank Indonesia siap revolusi pembayaran digital dengan QRIS Tap berbasis NFC, mulai 14 Maret 2025.
Bank Indonesia siap revolusi pembayaran digital dengan QRIS Tap berbasis NFC, mulai 14 Maret 2025.

Jawa Pos Radar Lawu - Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan inovasi terbaru dalam sistem pembayaran digital, yaitu QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC), pada (14/3/2025).

Inovasi ini dirancang untuk mempermudah transaksi masyarakat, menjadikan proses pembayaran lebih cepat dan praktis.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengungkapkan bahwa QRIS Tap merupakan bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BPSI) 2030.

Dengan QRIS Tap, pengguna cukup menempelkan ponsel mereka ke perangkat penerima untuk melakukan transaksi.

Tak hanya itu, teknologi ini akan diaplikasikan pada berbagai layanan umum seperti KRL, MRT, dan DAMRI.

"Jadi nanti bapak ibu tidak perlu lagi memindai, cukup melenggang dekatkan aja HP-nya langsung masuk yang penting ada dananya," jelas Filianingsih dalam Konferensi Pers RDG BI, Kamis (20/2/2025).

Selain itu, untuk mendukung implementasi QRIS Tap di sektor layanan publik, Bank Indonesia akan menurunkan tarif Merchant Discount Rate (MDR) dari 0,4 persen menjadi 0 persen.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk di rumah sakit, tempat wisata, pendidikan, dan Pos Indonesia.

"Misalnya seperti di rumah sakit, transportasi MRT, KRL, Damri, juga tempat wisata, pendidikan, dan pengelolaan dana pendidikan lainnya.

Jadi nanti kita akan turunkan dari 0,4 persen menjadi 0 persen. Ini nanti tanggal 14 Maret," tambah Filianingsih.

Selain itu, peningkatan adopsi sistem pembayaran digital terus menunjukkan tren positif.

Dimana, pada Januari 2025, volume transaksi pembayaran digital mencapai 3,5 miliar transaksi, tumbuh sebesar 35,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Transaksi melalui aplikasi mobile dan internet juga meningkat masing-masing sebesar 29,7 persen dan 19,8 persen (yoy).

Transaksi menggunakan QRIS terus mencatatkan pertumbuhan pesat, mencapai 170,1 persen (yoy).

Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang mendukung QRIS.

Selanjutnya, infrastruktur pendukung seperti BI-FAST juga mencatatkan kinerja impresif dengan volume transaksi ritel mencapai 338,5 juta transaksi, tumbuh 41,5 persen (yoy), dengan nilai mencapai Rp870,9 triliun.

Namun, volume transaksi nilai besar melalui BI-RTGS mengalami penurunan 9,0 persen (yoy), menjadi 799,3 ribu transaksi dengan nilai mencapai Rp15.880 triliun.

Di sisi lain, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,0 persen (yoy) menjadi Rp1.127,6 triliun pada Januari 2025.

Peluncuran QRIS Tap oleh Bank Indonesia menandai babak baru dalam transformasi sistem pembayaran nasional.

Dengan teknologi ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih efisien, cepat, dan nyaman, terutama di sektor layanan publik. (okta)

SIAP PANEN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (baju putih) mengecek jagung saat Panen Raya Jagung di Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Jumat (14/2). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
SIAP PANEN: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (baju putih) mengecek jagung saat Panen Raya Jagung di Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Jumat (14/2). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
Editor : Riana M.
#tarif #qris #bank indonesia #implementasi #sektor layanan public #merchant discount rate (MDR) #bi