Jawa Pos Radar Lawu – Keberhasilan akademik Ni Nyoman Nikunja Vasini dalam menyelesaikan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi bukti nyata inklusivitas kampus berbasis Islam ini.
Dalam Wisuda ke-76 UMP, Ni Nyoman yang beragama Hindu menuturkan rasa syukur dan harunya karena diterima dengan baik selama menempuh pendidikan.
Sebagai perguruan tinggi Islam, UMP telah menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan.
Tetapi juga diterapkan dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Kampus ini memberikan ruang bagi siapa saja untuk berkembang tanpa memandang latar belakang agama dan budaya.
“Saya sangat bersyukur bisa menempuh pendidikan di UMP. Meskipun saya beragama Hindu, saya merasa diterima dan didukung penuh selama kuliah di sini,” ujarnya dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.
Baca Juga: Siap Kuliah? Pendaftaran SPAN PTKIN 2025 Dibuka, Cek Daftar 59 Kampus yang Bisa Jadi Pilihan
Lebih lanjut, Ni Nyoman menggambarkan UMP sebagai miniatur Indonesia dalam skala kecil.
“Keberagaman di sini bukan menjadi batas, melainkan memperkaya pengalaman akademik dan sosial,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman belajar di UMP tidak hanya membekalinya dengan ilmu.
Juga dengan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
Ia berharap kampus ini terus berkembang sebagai institusi pendidikan yang unggul dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai inklusif.
Keberhasilan Ni Nyoman membuktikan bahwa pendidikan harus melampaui batas-batas identitas.
“Saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman luar biasa dalam memahami dan menghargai perbedaan,” tambahnya.
Rektor UMP, Jebul Suroso, menegaskan bahwa UMP adalah rumah bagi semua mahasiswa tanpa memandang latar belakang agama dan budaya.
“Kami percaya bahwa keberagaman adalah kekuatan yang akan membawa mahasiswa kami menuju kesuksesan di dunia nyata,” jelasnya. (fin)
Editor : Mizan Ahsani