Jawa Pos Radar Lawu - Sebagai seorang ulama sekaligus sastrawan, Hamka memadukan pemikiran Islam dalam berbagai karyanya.
Dalam novel Di Bawah Lindungan Ka'bah, ia menyelipkan ajaran Islam dan kritik terhadap adat yang menghalangi kebebasan individu.
Hari ini, 117 tahun yang lalu, persisnya 16 Februari 1908, Buya Hamka terlahir ke dunia.
Sementara itu, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menggambarkan perbedaan kelas sosial dalam masyarakat dan bagaimana Islam menawarkan solusi yang lebih adil.
Selain dalam sastra, pemikiran Islam Hamka juga tertuang dalam karyanya yang monumental, Tafsir Al-Azhar, yang terdiri dari lima jilid.
Tafsir ini tidak hanya berisi penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an.
Tetapi juga memberikan interpretasi yang relevan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Muslim.
Hamka berkeyakinan bahwa Islam harus menjadi landasan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam sastra.
Oleh karena itu, ia menggunakan tulisan-tulisannya sebagai sarana dakwah yang lembut tetapi berpengaruh besar.
Dengan pemikirannya yang luas, Hamka tidak hanya dikenang sebagai sastrawan.
Tetapi juga sebagai pembaharu Islam yang membawa pesan-pesan moral dalam setiap karyanya. (fin)
Editor : Mizan Ahsani