Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Surat Keluarga Madura ke Warga Papua hingga Carok di Yogyakarta, Kapolresta Tegaskan Hal Ini

Nur Wachid • Senin, 10 Februari 2025 | 05:08 WIB
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma.

Jawa Pos Radar Lawu – Surat terbuka yang dilayangkan oleh Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) kepada tokoh etnis Papua, Hendarko Novriansiroen, kini menjadi viral dan menimbulkan perdebatan publik.

Surat tersebut menantang etnis Papua melalui tradisi Carok, sebuah cara penyelesaian konflik khas Madura, setelah insiden kekerasan yang melibatkan warga Papua terhadap toko kelontong milik warga Madura di Yogyakarta.

Dalam surat tersebut, Keluarga Madura Yogyakarta mengungkapkan kekecewaannya atas perusakan dan kekerasan yang terus berulang, serta menuntut solusi konkret agar insiden tersebut tidak terulang kembali.

Surat tersebut juga menyertakan pernyataan yang menantang pihak etnis Papua untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih tegas, yaitu dengan Carok, jika tidak ada penyelesaian damai.

Menanggapi hal ini, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma meminta kepada seluruh pihak, baik warga Madura maupun Papua, untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi yang sedang memanas.

Kombes Aditya menekankan agar kedua belah pihak tetap menjaga kedamaian dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan kedua kelompok.

Kombes Aditya Surya Dharma juga menegaskan, "Agar masing-masing pihak menahan diri dan tidak terprovokasi," saat dikonfirmasi dilansir Radar Lawu dari Jawa Pos pada Minggu (9/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama semua pemangku kepentingan telah melakukan upaya untuk menjaga kondusifitas wilayah Yogyakarta agar tidak terjadi bentrok antar ras, suku, maupun golongan tertentu.

"Kami sudah meminta kepada seluruh pihak terkait untuk menjaga ketertiban dan kondusifitas wilayah," tegas Kombes Aditya. "Situasi ini sedang kami pantau dan kami pastikan tidak ada tindakan yang memperburuk keadaan," ujarnya.

Surat terbuka yang dilayangkan oleh Keluarga Madura Yogyakarta telah menyedot perhatian publik dan menimbulkan beragam tanggapan.

Beberapa pihak meminta agar masalah ini diselesaikan secara damai tanpa melibatkan kekerasan, sementara yang lain mendukung tindakan tegas yang diusulkan dalam surat tersebut.

Aparat keamanan, termasuk Polres Yogyakarta, kini memfokuskan upaya untuk meredakan ketegangan ini dengan melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak guna mencegah insiden yang lebih besar.

Kombes Pol Aditya Surya Dharma memastikan bahwa seluruh pihak terkait, baik dari komunitas Madura maupun Papua, bekerja sama dengan pihak keamanan untuk menemukan solusi yang tepat.

Dalam situasi yang sedang panas ini, Kapolresta Yogyakarta mengimbau agar semua pihak mengutamakan dialog dan saling pengertian untuk menjaga kedamaian.

Masyarakat Yogyakarta diharapkan untuk tetap tenang dan tidak terbawa provokasi, demi tercapainya penyelesaian damai dan mencegah bentrokan pasca viralnya surat keluarga Madura untuk warga Papua yang bisa memperburuk keadaan. (kid)

Editor : Nur Wachid
#surat #madura #Kapolresta #toko kelontong #yogyakarta #viral #carok #papua