Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Update Pesawat Bering Air Hilang, Jadi Kecelakaan Udara Ketiga di Amerika Awal 2025

Nur Wachid • Jumat, 7 Februari 2025 | 23:48 WIB
Bering Air hilang.
Bering Air hilang.

Jawa Pos Radar Lawu – Dunia penerbangan Amerika Serikat kembali berduka. Pesawat milik Bering Air yang mengangkut 10 orang dinyatakan hilang di wilayah pedalaman Alaska, Kamis (6/2/2025).

Insiden ini menambah deretan kecelakaan udara mematikan yang terjadi dalam kurun waktu dua minggu terakhir di AS.

Pesawat jenis Cessna tersebut hilang kontak sekitar pukul 16.00 waktu setempat saat melakukan penerbangan dari Unalakleet ke Nome.

Berdasarkan laporan Departemen Keamanan Publik Alaska, pesawat ini terbang selama 38 menit sebelum dinyatakan hilang.

Saat ini, tim penyelamat masih melakukan pencarian di daratan, sementara cuaca buruk di sekitar titik koordinat terakhir menyulitkan proses evakuasi.

Potensi Kecelakaan Udara Terburuk di 2025

Jika semua penumpang dan kru dinyatakan meninggal dunia, maka ini akan menjadi kecelakaan udara ketiga dalam dua minggu di AS dan menambah jumlah korban jiwa menjadi 83 orang hanya dalam awal tahun 2025.

Padahal, tahun sebelumnya, 2023, mencatat rekor sebagai tahun teraman dalam dunia penerbangan dengan nol kecelakaan fatal.

Tragedi ini menyusul dua insiden lainnya, yakni:

29 Januari 2025 – Tabrakan udara antara jet komersial dan helikopter militer di Washington, menewaskan 67 orang.

Baca Juga: Profil Dean James, Bek Sayap Asal Belanda yang Ngebet Bela Timnas Indonesia

Awal Februari 2025 – Pesawat evakuasi medis jatuh di Philadelphia, membawa seorang anak sakit dan lima orang lainnya.

Tak hanya di AS, kecelakaan udara juga terjadi di berbagai belahan dunia.

Pada akhir 2024, dua insiden besar di Korea Selatan dan Kazakhstan menjadikan tahun itu sebagai salah satu periode terburuk dalam sejarah penerbangan sejak 2018.

Faktor Cuaca Jadi Kendala Pencarian

Bering Air adalah maskapai yang melayani 32 desa terpencil di Alaska dengan pusat operasional di Nome, Kotzebue, dan Unalakleet.

Pesawatnya beroperasi pada rute pendek yang biasanya memiliki dua kali penerbangan per hari dari Senin hingga Sabtu.

Namun, cuaca ekstrem di Alaska diduga menjadi faktor utama dalam insiden ini.

Kamera cuaca milik FAA (Federal Aviation Administration) di sekitar Nome menunjukkan kondisi nyaris tanpa jarak pandang selama beberapa jam pada Kamis sore, yang memperburuk situasi pencarian dan penyelamatan.

Tim penyelamat terus menyisir area titik koordinat terakhir untuk menemukan puing-puing pesawat Bering Air atau tanda-tanda keberadaan para penumpang. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai nasib mereka. (kid)

Editor : Nur Wachid
#pesawat #update #bering air #2025 #amerika #hilang #kecelakaan udara