Jawa Pos Radar Lawu - Presiden Prabowo Subianto telah resmi menyetujui perubahan besar dalam sistem penerimaan siswa baru yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026.
Perubahan ini akan menggantikan sistem yang selama ini dikenal dengan nama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo mendukung perubahan ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerimaan siswa secara nasional.
“Kami sampaikan bahwa rancangan ini sudah kami sampaikan kepada Bapak Presiden
dan beliau menyatakan setuju dengan substansi dari usulan kami,” ujar Abdul Mu'ti di Hotel Movenpick, Jakarta, pada Kamis, (30/1/2025).
Tak hanya itu, Abdul Mu'ti juga menjelaskan bahwa selain Presiden Prabowo, ia telah melakukan komunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
Selanjutnya, ia akan bertemu dengan Menteri Dalam Negeri untuk membahas dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Salah satu perubahan signifikan dalam SPMB adalah penghapusan sistem zonasi yang selama ini digunakan untuk menentukan lokasi sekolah bagi calon siswa baru.
Sistem zonasi yang dianggap membatasi pilihan pendidikan akan digantikan dengan istilah domisili.
“Kata-kata zonasi tidak ada lagi, diganti dengan kata lain,” tegas Abdul Mu’ti pada Senin, (20/1/2025) lalu.
Penghapusan istilah zonasi, diharapkan proses penerimaan siswa baru menjadi lebih fleksibel dan memberi kesempatan lebih luas bagi para calon siswa di seluruh wilayah Indonesia.
Perubahan besar dalam sistem penerimaan siswa ini merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membenahi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Adanya perubahan ini, diharapkan pendidikan di Indonesia semakin terbuka dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi siswa.
Selanjutnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan sistem penerimaan murid baru 2025 berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi semua pihak. (okta)
Editor : Riana M.