Jawa Pos Radar Lawu - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional ke-IV 2025 dihelat di Jakarta.
Perhelatan ni bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al Quran. Tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Al Quran selalu relevan dengan perkembangan zaman.
Termasuk dalam menjaga keseimbangan ekologi dan menciptakan harmoni global.
Tema "Al-Qur'an, Environment, and Humanity for Global Harmony" menyoroti peran Islam dalam pelestarian lingkungan.
Tema ini juga menjadi jawaban atas tudingan bahwa kitab suci agama Abrahamik—Taurat, Injil, dan Al Quran—menyebabkan kerusakan alam.
Menag menegaskan bahwa Al Quran justru mengajarkan manusia untuk menjadi penjaga bumi dan bertanggung jawab terhadap kelestariannya.
Menag mengutip Surat Al-Baqarah ayat 30 yang menyebut manusia sebagai khalifah di bumi.
Serta Al-Jasiyah ayat 13 yang mengingatkan bahwa alam ditundukkan untuk manusia dengan tanggung jawab besar.
Namun, eksploitasi berlebihan yang merusak keseimbangan alam tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
Tahun ini, MTQ Internasional diikuti oleh 60 peserta dari 38 negara, hasil seleksi dari 187 negara yang mengikuti prakualifikasi daring pada 2023.
Peserta berasal dari berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Selain lomba Tilawatil dan Tahfidz Al Quran, MTQ juga menampilkan diskusi, pameran kaligrafi, lokakarya, dan city tour bagi peserta asing.
Tujuannya untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat.
MTQ Internasional IV membuktikan bahwa Al Quran bukan hanya kitab suci yang menginspirasi seni membaca.
Juga memberikan pedoman bagi umat Islam dalam menjaga lingkungan dan menciptakan harmoni global.
Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam tentang keseimbangan alam, diharapkan bumi tetap lestari untuk generasi mendatang. (fin)
Editor : Mizan Ahsani