Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Wamen Transmigrasi Optimis, Indonesia Bakal Capai Swasembada Pangan hingga Jadi Lumbung Pangan Terbesar Dunia

Oktaviani Sindy • Jumat, 31 Januari 2025 | 16:46 WIB
Viva Yoga Mauladi optimistis Indonesia akan mencapai swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia dengan dukungan semua pihak dan pengelolaan sumber daya yang optimal.
Viva Yoga Mauladi optimistis Indonesia akan mencapai swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia dengan dukungan semua pihak dan pengelolaan sumber daya yang optimal.

Jawa Pos Radar Lawu - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, optimistis Indonesia akan berhasil mewujudkan swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Keynote speaker dalam acara Outlook Agriculture KAHMI 2025, Viva Yoga menekankan bahwa untuk mencapai ini, dukungan dari semua pihak sangat penting.

Serta diperlukan sikap mengesampingkan kepentingan sektoral demi kepentingan bangsa.

Dalam seminar bertema "Swasembada Pangan Dalam Rangka Kemandirian Ekonomi Menuju Indonesia Maju," Viva Yoga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pangan, mengingat lahan yang luas dan subur.

"Kita mendorong masyarakat bersama dengan pemerintah untuk berjuang membangun swasembada pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani," ujarnya.

Selain itu, mantan anggota Komisi IV DPR tersebut menguraikan langkah-langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Antara lain dengan meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mencetak lumbung pangan di tingkat desa, daerah, dan nasional, serta memperbaiki tata kelola sistem pangan.

Bahkan, ia juga menyoroti pentingnya intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan.

“Intensifikasi mencakup peningkatan produktivitas dengan sarana pertanian yang tepat, mengurangi kerugian panen, dan optimalisasi lahan yang ada,” tambahnya.

Meski optimis, Viva Yoga juga mencatat sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

Seperti stagnasi produksi pangan, ketergantungan tinggi terhadap impor, dan masalah degradasi lahan.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi petani, karena sekitar 70 persen petani berusia di atas 43 tahun, serta alih fungsi lahan yang mengancam ketahanan pangan di Pulau Jawa.

"Tantangan-tantangan tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi penghalang,

dan justru bisa menjadi potensi baru, khususnya di wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua," ujarnya.

Viva Yoga berharap langkah-langkah ini akan membawa Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan dan menjadikan negara ini sebagai penyedia pangan global di masa depan.

Diketahui, acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara penting lainnya.

Seperti termasuk Prof. Dr. Ir. Abdullah Puteh, Prof. Dr. Ir. M. Jafar Hafsah, dan anggota Komisi IV DPR, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS. (okta)

Editor : Riana M.
#lumbung pangan #wamen #swasembada pangan #viva yoga mauladi #transmigrasi