Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Buruh Gempur Kedubes Malaysia Tuntut Keadilan Penembakan 5 PMI di Perairan Tanjung Rhu

Oktaviani Sindy • Kamis, 30 Januari 2025 | 21:19 WIB
Buruh demo Kedubes Malaysia, tuntut keadilan atas penembakan 5 pekerja migran Indonesia.
Buruh demo Kedubes Malaysia, tuntut keadilan atas penembakan 5 pekerja migran Indonesia.

Jawa Pos Radar Lawu – Suasana panas terasa di depan Kedutaan Besar Malaysia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Puluhan massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes kasus penembakan lima pekerja migran Indonesia (PMI) di perairan Malaysia.

Sejak pukul 10.40 WIB, para pengunjuk rasa membentangkan tiga spanduk besar dengan tulisan tegas: "Adili dan Penjarakan Polisi yang Menembak Mati Buruh Migran Indonesia", "Ganyang Malaysia - Bebaskan Buruh Migran Indonesia".

Desakan ini bertujuan agar Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding serta Wakil Menteri Christina Aryani segera mundur dari jabatannya.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap korban penembakan yang terjadi pada Jumat dini hari, 24 Januari 2025, di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.

Dimana, insiden itu mengakibatkan satu korban jiwa dan empat luka-luka.

Menurut keterangan Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, korban yang selamat membantah narasi otoritas Malaysia bahwa penumpang kapal melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

"Keduanya juga menjelaskan kronologis kejadian dan menyatakan tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari penumpang WNI terhadap aparat APMM," ujar Judha kepada wartawan, Rabu (29/1/2025).

Selanjutnya, KSPI dan Partai Buruh mendesak pemerintah Indonesia untuk lebih tegas dalam melindungi hak-hak pekerja migran dan menuntut aparat Malaysia yang terlibat diadili.

"Ini adalah pelanggaran HAM serius yang tidak boleh didiamkan," teriak salah satu orator melalui pengeras suara.

Penjagaan Ketat di Depan Kedubes

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Ratusan personel kepolisian, termasuk satuan Brimob, terlihat berjaga di depan Kedubes Malaysia.

Bahkan, dua mobil taktis water cannon dan kendaraan pengangkut kawat berduri juga disiagakan.

Selain menyuarakan tuntutan kepada Malaysia, para pendemo juga menyerukan reformasi besar-besaran di dalam negeri.

Mereka mendesak pemerintah segera memperbaiki tata kelola pekerja migran agar kasus serupa tidak terulang.

Aksi ini mencerminkan kekecewaan yang mendalam atas lemahnya perlindungan terhadap PMI.

"Kami tidak akan berhenti sampai keadilan bagi pekerja migran tercapai," ujar orator lain yang disambut sorakan massa.

Aksi protes di depan Kedubes Malaysia menjadi pengingat bahwa kasus ini bukan sekadar masalah bilateral, tetapi juga mencerminkan perlunya perhatian lebih terhadap hak-hak pekerja migran Indonesia. (okta)

Editor : Riana M.
#korban selamat #malaysia #wni #Perlawanan #otoritas malaysia #kedutaan besar #senjata tajam #kspi #penembakan