Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

CDC Amerika Serikat Diperintahkan Donald Trump Hentikan Kerja Sama dengan WHO, Ada Apa?

Oktaviani Sindy • Rabu, 29 Januari 2025 | 18:48 WIB

CDC AS hentikan kerja sama dengan WHO, memicu kekhawatiran akan dampak besar pada penanganan wabah global.
CDC AS hentikan kerja sama dengan WHO, memicu kekhawatiran akan dampak besar pada penanganan wabah global.

Jawa Pos Radar Lawu - Pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), John Nkengasong, memerintahkan penghentian kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Langkah ini diumumkan melalui sebuah memo yang dikirim kepada pemimpin senior CDC pada Minggu malam.

Dimana, memo tersebut menyatakan bahwa seluruh staf CDC yang terlibat dalam kolaborasi dengan WHO harus segera menghentikan segala bentuk kerja sama. 

"Semua staf CDC yang bekerja sama dengan WHO melalui kelompok kerja teknis, pusat koordinasi, dewan penasihat,

perjanjian kerja sama, atau cara lain secara langsung atau virtual tidak diperbolehkan mengunjungi kantor WHO," bunyi memo tersebut.

Langkah ini sontak mengejutkan banyak pihak, termasuk para ahli kesehatan. 

Sebab, penghentian mendadak ini dinilai akan menghambat upaya global dalam menghadapi wabah virus seperti Marburg dan mpox di Afrika

Serta pemantauan ancaman flu burung yang kini menyebar di antara hewan ternak di Amerika Serikat.

Dr. Jeffrey Klausner, selaku pakar kesehatan masyarakat dari University of Southern California yang bekerja sama dengan WHO, menyatakan keprihatinannya. 

"Menghentikan komunikasi dan pertemuan dengan WHO merupakan masalah besar," ujarnya. 

Selain itu, Klausner juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk melawan infeksi menular.

Keputusan Politik di Balik Penghentian

Penghentian kerja sama ini terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik keanggotaan Amerika Serikat dari WHO pada (20/1) lalu. 

Akibat langkah ini jelas menuai kritik dari berbagai pihak yang khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan global.

Saat ini, ada sekitar 30 staf CDC yang bekerja di WHO dan bertanggung jawab atas pengiriman dana jutaan dolar melalui perjanjian kerja sama. Namun, dengan adanya penghentian ini, berbagai program penting yang didukung oleh CDC terancam terhenti.

Potensi Risiko Kesehatan Global

Baca Juga: Februari Bulan Rocknya Indonesia, Linkin Park, Maroon 5 hingga Green Day Siap Guncang Tanah Air

Di sisi lain, para ahli memperingatkan bahwa penghentian kerja sama ini dapat memperburuk situasi kesehatan global. 

WHO, saat ini sedang berada di garis depan untuk menangani berbagai ancaman kesehatan, termasuk wabah yang memiliki potensi menyebar secara internasional.

Dengan penghentian mendadak ini, efektivitas upaya global dalam mengendalikan wabah dipertanyakan.

Kolaborasi antara CDC dan WHO selama ini dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan global. (okta)

Editor : Riana M.
#kerjasama #donald trump #who #Penghentian #alasan #berhenti