Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

DPR Kritik Isu Impor 2 Juta Sapi dari Brasil: Solusi Instan atau Ancaman bagi Ketahanan Pangan Lokal?

Oktaviani Sindy • Rabu, 29 Januari 2025 | 01:22 WIB
DPR soroti risiko impor sapi Brasil, desak pemerintah prioritaskan peternak lokal untuk wujudkan ketahanan pangan nasional.
DPR soroti risiko impor sapi Brasil, desak pemerintah prioritaskan peternak lokal untuk wujudkan ketahanan pangan nasional.

Jawa Pos Radar Lawu - Keputusan pemerintah membuka keran impor sapi hidup dari Brasil menuai kritik dari Anggota Komisi IV DPR, Johan Rosihan.

Menurutnya, ketergantungan pada impor dapat melemahkan ketahanan pangan nasional dan membebani anggaran negara.

Johan Rosihan menyatakan kekhawatirannya terkait keputusan impor 2 juta sapi dari Brasil hingga 2029.

“Ketergantungan pada impor adalah solusi instan yang tidak berkelanjutan.

Kita harus menjadikan program ini sebagai pendorong untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan impor,” tegasnya.

Menurut Johan, ketergantungan pada impor memiliki dampak negatif, seperti tekanan pada anggaran negara akibat fluktuasi harga global dan risiko gangguan rantai pasok internasional.

Bahkan, ia menekankan pentingnya penguatan produksi lokal dengan langkah konkret seperti memberikan subsidi kepada peternak kecil, memperbaiki distribusi pakan, dan mengembangkan peternakan modern berbasis komunitas.

Selain itu, Johan mendorong diversifikasi sumber protein dengan memanfaatkan potensi besar di sektor perikanan dan peternakan unggas.

“Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk mendukung kebutuhan protein masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menyoroti perlunya investasi infrastruktur seperti cold storage, sistem irigasi, dan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi peternakan.

Johan pun menekankan bahwa perlindungan pasar lokal melalui kebijakan tarif dan kuota impor yang ketat harus menjadi prioritas pemerintah.

Baca Juga: Stres Kerjaan Deadline dan Tugas Menumpuk, Atasi dengan Time Blocking Cara Efektif Mengelola Waktu

“Peternak lokal harus menjadi tulang punggung program ini,” imbuhnya.

Johan mengingatkan bahwa swasembada pangan adalah tujuan jangka panjang yang harus diperjuangkan.

Dengan tegas, ia berharap program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal. (okta)

Editor : Riana M.
#indonesia #ketahanan pangan nasional #kritik #Swasembada susu #johan rosihan #komisi iv dpr #impor sapi hidup